Fiksi dan Semiotika Umberto Eco

Oleh: Anwar Holid*

UMBERTO ECO merupakan salah seorang novelis kontemporer paling terkemuka di dunia. Novelnya The Name of the Rose legendaris dan mengukuhkan dirinya sebagai penulis utama sastra posmodern. Sebagai bestseller terbitan 1983 di Italia, buku itu masih mudah dijumpai dan jadi salah satu standar fiksi jenis thriller. Hampir semua kritik mengakui bahwa The Name of the Rose merupakan karya dia yang paling terkenal sekaligus enak dinikmati, sebab novel itu bisa tampil sebagai karya yang bermanfaat dan menghibur pembaca. Baca lebih lanjut »

Surat untuk Annelis

Sejumlah puisi karya Minke WH*

Sumber: RUMAH KACA, ranah sastra merdeka, Kamis, 10 Juli 2008, 10:28:23 WIB

Pengemis Lampu Merah

pengemis lampu merah itu marah
karena Tuhan mengirim hujan
orang pun tiada berlalu lalang
dia memaki menghibur diri
ingin nasi tapi tak terbeli
kecapean…
lalu menangis sebenar-benarnya tangis
kilat tak mau telat
membuat ia tunduk bukannya takluk
dalam kedinginan ia berguman
“KALAU SAJA AKU INI TUHAN, AKAN KUGANTI AIR HUJAN DENGAN
MAKANAN”

04-08-05 Baca lebih lanjut »

Unesco Kukuhkan Keris Indonesia Sebagai Warisan Dunia

17/07/08 07:52

Denpasar, (ANTARA News) - UNESCO yang merupakan organisasi bidang
pendidikan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengukuhkan
keris Indonesia sebagai karya agung warisan kemanusiaan milik seluruh
bangsa di dunia. Baca lebih lanjut »

Natsir Pahlawan Nasional?

Oleh Asvi Warman Adam

Tanggal 17 Juli 2008, tepat 100 tahun kelahiran Mohammad Natsir. Kali
ini, peringatan tidak hanya mengenang pemikiran dan kepribadian tokoh
yang bersih dan konsisten, tetapi ada usul untuk mengangkatnya sebagai
pahlawan nasional. Baca lebih lanjut »

Sastra dalam bingkai ekspresi realitas

Sumber: Monitor Depok, EDUKASI, 18-Jun-2008 10:29:54 WIB

Oleh: Wenri Wanhar

Akhir pekan lalu, di pelataran food court lantai 3 Depok Town Square (Detos) digelar pertunjukan pentas sastra bertajuk Oleh-Oleh Sastra dari UBK. Sejumlah penyair dan cerpenis kenamaan seperti T. Arif , Johannes Sugianto dan Depee tampil membawakan karya-karyanya. Baca lebih lanjut »

Sastra Kontekstual

oleh: Saut Situmorang*

Polemik atas apa yang disebut sebagai “sastra kontekstual” di media massa terbitan pulau Jawa di pertengahan tahun 1980an bisa dikatakan sebagai sebuah peristiwa yang (berpretensi) mempersoalkan isu tradisi dan bakat individu dalam sastra Indonesia. Baca lebih lanjut »

Poets recite stories of Jakarta’s urban lives

The Jakarta Post ,  Jakarta   |  Fri, 06/27/2008 10:06 AM  |  City

Jakarta poets celebrated Wednesday night the city’s anniversary through poetry readings and performances at Warung Apresiasi in Bulungan, South Jakarta. Baca lebih lanjut »

Puisi DN Aidit: Ayo Bergelora!

Redaksi membaca sebuah surat di salah satu milis. di sana dimuat beberapa judul puisi yang pernah dibuat Ketua Central Comitte Partai Komunis Indonsia (CC-PKI), Dipa Nusantara Aidit.

Dalam puisi-puisi tersebut tersirat semangat sang penulis yang berapi-api dan penuh gairah akan kehidupan. Semangat, yang barangkali telah mengendur di tengah-tengah pemuda jaman sekarang. Tujuan pemuatan puisi-puis ini di situs kami adalah mengajak pemuda-pemuda Indonesia, untuk berkaca pada sejarah kita, melihat semangat pemuda angkatan lama. Kita pemuda, pada kita negara ini dititipkan. Ayo, gelorakan! Baca lebih lanjut »

Manuskrip Kuno Aceh Perlu Diselamatkan

Pemerintah Indonesia dan pemerintah daerah Aceh perlu bekerjasama dengan komunitas internasional untuk menyelamatkan khazanah dan karya-karya kebudayaan Aceh yang hilang akibat tsunami maupun yang diperjual-belikan dan dibawa ke luar dari daerah itu. Baca lebih lanjut »