Putri Adam Malik Desak Pemerintah Klarifikasi

Senin, 24 November 2008 | 19:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta : Putri mendiang mantan Wakil Presiden RI Adam Malik, Antarini Malik, menuding penulis buku ‘Legacy of Ashes, the History of CIA’ hanya mencari sensasi dengan menyebut ayahnya sebagai agen rahasia CIA. “Penulisnya hanya ingin bukunya laris,” katanya saat dihubungi Tempo, Senin (24/11).

Buku ‘Legacy of Ashes, the History of CIA’ ditulis wartawan harian The New York Times, Tim Weiner. Weiner, dalam bukunya tersebut, menyebutkan Adam Malik sebagai agen CIA. Adam Malik, menurut Weiner, direkrut seorang petinggi CIA bernama Clyde McAvoy.

Antarini menyangsikan kredibilitas Weiner. Ia menilai wartawan The New York Times tersebut kerap keliru dan cenderung bombastis. Contohnya, kata Antarini, Tim pernah menyebutkan Presiden Amerika John F Kennedy berniat mengkudeta Fidel Castro. Dalam buku tersebut, Antarini melanjutkan, Tim juga menuding Soekarno bersekutu dengan PKI. “Itu buku seperti novel, bombastis,” katanya.

Selain meragukan kredibiltas Tim Weiner, Antarini juga tak yakin akan kesaksian Clyde McAvoy, petinggi CIA yang disebutkan oleh Weiner telah merekrut Adam Malik. “Jangan-jangan McAvoy sudah meninggal (ketika wawancara),” kata Antarini.

Ia meminta pemerintah segera melakukan klarifikasi atas buku tersebut. Menurutnya, tudingan Tim Weiner terhadap Adam Malik mencederai bangsa mengingat Adam Malik telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional. “Negara harus klarifikasi,” katanya.

Dwi Riyanto Agustiar

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.