Ayo Berpuisi di Udara

Sastra Merdeka!

Halaman ini disediakan bagi teman-teman yang ingin berpartisipasi dalam acara Puisi Malam yang disiarkan Radio Pamulang FM 98.9.

Puisi Malam adalah ajang pembuktian kreatifitas teman-teman yang menekuni dan tertarik dalam setiap pembahasan mengenai estetika dan etika dalam berpuisi. Dalam acara ini Teman-teman dalam berinteraksi langsung dengan pembawa acara. Dengan menggunakan line telpon 021-93199456 , Teman-teman bisa berpartisipasi ikut membaca puisi atau berdiskusi langsung.

Puisi Malam adalah sebuah program kerja sama antara Komunitas Pekerja Sastra Kampus UBK dengan Stasiun Radio Pamulang FM 98.9.

Silakan kirim Puisi Anda melalui kolom komentar di bawah ini. Cantumkan Identitas lengkap teman-teman, agar nanti jelas dibaca pada saat acara Puisi Malam mengudara Setiap hari Kamis malam pukul 19.00-22.00 WIB.

Salam Sastra!

101 Tanggapan

  1. Kata-Kata Semalam

    kalau kau takut pulang malam ini
    menatap lambat kiblat di barat
    katakan kataku,
    kau pulang atas rindu

    kalau kau sudah sampai di pintunya
    dan kakimu terhenti melangkah di sana
    katakan kataku,
    kau pulang lebih dulu

    kalau kau sudah naik ke peraduan
    dan siap meneruskan tidur panjang
    sampaikan salamku pada tuhan,
    mungkin malam ini juga aku datang

    dipanku; 02-05-02
    Hujan.

  2. Siapa pun gubernurnya, Jakarta tetap kebanjiran juga.

    Gila!

  3. malam………..
    indah tanpa bintang
    semarak angin berhembus menusuk tulang
    dingin……….
    aku tau dimana kehangatan itu,,,
    ada jika kata-kata tertumpah lewat tulisan……….

    salam sastra!!!!!

    waaaaaaaah sekarang bisa puisian lewat radio yah,,,
    mantab,,,
    gw pasti jadi pendengar yang paling setia nech,,,
    hidup sastra!!!

    hahahaha……….

  4. takjub

    lama sudah pikiranku selalu kosong
    tak tau pada siapa nanti kukan minta tolong
    fananya hidupku ini…
    semakin hancurnya bumiku kini
    hingga akhirnya
    sentilan yang hampir menghilangkan jiwaku
    telah menyadarkanku dari kekosongan itu
    kini kuberjanji padaMu…
    kukan manfaatkan kesempatan hidup yg sekali lagi ini
    untuk selalu berbuat baik
    pada diriku sendiri
    orang sekelilingku dan bumiku tempat kuberpijak
    plakk…!!!!
    sudah…jangan terlalu lama kau takjub dgn blm jadinya ajal menjemputku…!!
    ayo lakukan sesuatu yang positif sebisiku…!!!

  5. Pertama untuk semua
    malam gelap sonder cahaya
    merangkak pada senyap sisa asap knalpot

    kami adalah anak-anak yang dilahirkan dalam duka nestapa kemiskinan negeri indonesia raya
    tak ada yang sudi terima kasi sebagai manusia
    sebab nilai kemanusiaan di negara ini bisa ditukar dengan rupiah

    pertama untuk semua,
    ketika doa bapa kami tak lagi dapat mendamaikan tidur dan mimpi kami

    kami
    yang pasrah dalam keadaan
    tetap menunggu mesiah turun di atas nisan-nisan.

    pertama untuk semua,
    ku doakan dan berakhir
    amien!

  6. buat teman-teman yang ingin mengirimkan puisinya di sini harap mencantumkan alamat supaya kita semua bisa tahu kamu berdomisili dimana. kalau hal ini tidak di lakukan mohon maaf kami tidak bisa membacakan puisi kamu pada acara “ayo berpuisi di udara” di 98,9 Pamulang FM

    terima kasih

    pengasuh acara

    deepe

  7. Sewa Hutan Orang Utan

    marikita main tanya-tanyaan
    berapa harga sewa hutan?

    sang prabu marah kesetanan
    tanyalah soal lagu kerinduan
    rindu suharto-suhartoan

    reformasi cuma mainan
    jangan tanya soal sewa hutan
    apalagi nasib orang utan
    semuanya hayalan!

    heri latief
    amsterdam, 23/02/2008

  8. ‘Risalah Perempuan’

    Lafal nafasmu….
    Adalah mantra klasikal yang slalu bertawaf di antara bulan sabit
    Yang mengajak bintang-gemintang menari tarian khayangan
    Lisanmu…
    Bak, sekuntum himne yang diyanyikan oleh para biarawati didalam gereja kuno
    Seperti senandung merdu burung-burung penyanyi di pagi hari
    Sepasang bola matamu…
    Ada sabda-sabda rohaniah yang didakwahkan oleh kaum sufi tempo dulu
    Ada cerpen-cerpen tentang asmara nan syahdu
    Ada wiridan kudus yang terdengar romantika
    Ada seorang musikus yang sedang memetik arfah tua yang diiringi beberapa peri mungil mengitari tangga nadanya……….
    Ada juga kasidah rindu, dendam dan benci
    ada instrumen do..re…mi…fa…sol…la..si ..do…
    ada pula orkestra sakit hati yang sudah klise
    Dan bagaikan merpati putih matamu dibalik mukenahmu….wahai perempuan
    Rambutmu…
    Semacam kawanan ombak biru yang sedang menuju pesisir
    Tempat laut dan pantai bercinta di mana pasir-pasir berbisik-bisik malu tentang—
    Bibirmu…
    Seperti seuntai pita kirmizi yang hampir menyerupai mawar merah di tengah-tengah kebun marifat
    Seelok benda-benda pusaka kerajaan romawi
    Alismu…
    Laksana bianglala yang saling bertautan satu sama lain
    Di mana batara-batari bercumbu rayu diatasnya buluh-buluh lentiknya
    Dadamu…
    Bak, sepasang anak rusa yang sedang makan rerumputan hijau di tengah-tengah bunga bakung
    Sebagus taman syugaloka di atas langit tertinggi
    Dan lekukkan tubuhnya….duhai perempuan
    Adalah puisi-puisi dan sajak-sajakku yang lain
    Yang dibalut kiswah yang melindungi marwah kaum adam
    Yang banyak menyimpan hikma, keajaiban, teka-teki, kasih-sayang dan misteri illahi
    Saat hamba menyaksikannya…..
    tubuhku gemetaran seperti ilalang-ilalang yang ditiupkan oleh sang angin
    terdiam laksana berhala-berhala miliknya fir’aun
    dan seperti rasul yang sedang menerima wahyu
    “O,…Maha Suci Tuhanku!!!
    Yang menciptakan makhluk bernama perempuan

    Oleh Mha Darwinsyah Purba Medan-Sumut

  9. Makhluk Bodoh

    menangis, tertawa dan canda adalah sajak-sajak hikmah
    yang ditiupkan oleh sang maha pemilik maha
    mengapa…????
    gereja, kuil, masjid, rumah berhala
    Kau bangun lambang-lambang penghambaanmu
    Tidak pernah dalam hatimu kau membangun dirimu
    untuk menjadi sebuah makhluk sesungguhnya..???
    Maka itu kau takkan pernah jadi utusan tuhan yang merdeka…
    oleh sebab itu kita selalu merengek seperti bayi yang ingin menetek…
    takut miskin dan takit hina
    takut mati dan takut hidup
    sesungguhnya kau adalah Makhluk bodoh hingga akhir hayatmu…

    Oleh Mhd Darwinsyah Purba
    HUB:081361091168 Email:cutnyawinsa@yahoo.com

  10. aku benci…

    aku rindu….

    aku cinta…

    Kepadamu….. sayang….!!!!

  11. -di mana ada kembang di sana ada kumbang-

    well taman yang bagus…
    saya mau berburu kupu-kupu
    tapi, agaknya tidak boleh menyentuh bunga-bunga
    benar ya?

    bunganya indah, sayang sama semua.
    kalau berbeda tentu lebih berwarna

    taman yang sejuk
    membuat mataku mengantuk
    sesekali bolehlah dikirimi kolibri,
    sedikit kehilangan madu tak membuat taman ini hilang indahnya.

    di taman ini, saya mau numpang tidur dan bermimpi

    Palmerah, 29 Februari 2008

  12. hidup adalah mati
    mati adalah kehidupan yang sesungguhnya…
    hidup dan mati seseorang bukan satu tapi esa
    ‘o. kematian yang selalu aku rindukan

  13. biarkan aku duduk sendiri
    di antara kamuflase duniawi
    diam……..
    terpaku…..
    termangu…..
    dalam suasana barzah alam kudus orang-orang yg telah mati
    agar dapat aku meresap menjadi bunga-bunga kamboja

  14. Tiada lain yg kupinta
    selain mati di negaraku
    hancur menjadi tanah
    menyuburkan rumpai
    memberi nyawa
    kepada sekuntum bunga
    yang akan dipetik
    seorang kanak-kanak negaraku

    apa yang kupinta
    adalah untuk terus
    bersama negaraku
    sebagai tanah
    rumpai
    sekuntum bunga….

  15. Malas

    biar saja malas ini meraja
    melajangkan gentar saat harap
    yang tak bisa digarap
    meski ingin lagi…

    “brak!”
    kalendar dinding jatuh
    terselak hari ini, 14 Februari
    dan aku lupa pada jejak yang semakin melumpuh
    meski untuk sebaris cinta malas yang terlupakan….

    *ZU

    Hadi! Baca puisi ZU di “Ayo Berpuisi di Udara” yah…. ;D

  16. Maria – Sinta

    Anggun cara bicaramu
    Tak meluluhkan hati yang mati
    Dan nafas itu adalah hidup

    Kau seret kebaya wana ungu
    Semerah darah yang menetes perlahan
    Dan aromanya buat terkesima

    Di pangkuan ada ketenangan
    Kekuatan yang tak terperi dari bumi
    Memandangmu penuh ragu

    Pahami lagi diri yang coba lari
    Emosi yang menjejakkan cinta
    Matamu isyaratkan sebuah sapta

    ** sebuah kekaguman atas keanggunan dan ketegaran kepada sosok perempuan yang memerankan maria dalam teater” jalan salib”
    Malang, 14, Maret 2008

  17. Terdiam termenung dlam kesunyiand.
    Memandang bntang d mlam klam. .
    Melht bulan diantrany. .

    Trngt senyum mnizmu bgai bulan. .
    Trngt lrkn bola mtamu bgai chya bntg yg pling trang. . .

    Tapi, ,skrg smua hnylah knangn
    Cnta yg ku nnti tak urung kmbli.

    Cnta yg ku tunggu
    Hanylah mimpi yg kuharap akn trcpai. .
    Ku menunggumu brsama bntang.

    Trbring ku dsini
    Diatas rumpt hijau. .
    Dbwah indhny tburan bntang. .
    Mnkmati khylan cnta. .
    Bersamamu

    Ku yakin, .
    Khaylan cnta ku tak akn sia”
    Krna ku tahu cntaku
    Bgai fjar dlm hdupmu. . .

  18. Kenangan terindah diriku
    Adalah saat ku mengenalmu
    Semua tak bisa sempurna ktka kau tak brsamaku
    Kisah yg tlah kta bgun
    Akan trasa mendalam
    Cinta yg tlah brstu antra kta ber 2

    Kan selalu kusimpan dalam driku
    Kau akn slalu dlm pkrnku
    Takkan bissa trgntikan oleh sapa pun
    Namun haruskah aku mnglknmu?

    Stlah skiat lma aku mrasa
    Kau tak menyyangi aku lgi sprti dlu
    Ketika kau tak lgi dsmpngku
    Haruskah aku prgi mnjauh dri cntaku ini?

    Tak biasa dlm dri
    Tuk melpaknmu bgtu saja
    Nmun kngn kta terdahulu
    Akan slalu trtnggl dlm hti ini
    Selalu untk slmnya

  19. sosok badan yang kecil dan tangkas
    Dia adalah dia yang telah tiada entah dimana
    Tapi dia selalu dikenang dan diingat dalam hati
    Seyumnya …. bicaranya …… dan kepandaiannya
    Dia adalah tokoh 1998 yang telah tiada dibunuh
    Karena kebenaran dan keadilan yang diutarakannya
    Kesederhanaannya membuat semua menjadi iri pdnya
    Tapi aku bangga padanya dia adalah pahlawan Indonesia Yang berjuang untuk kebenaran dan keadilan
    Dia adalah MUNIR …MUNIR …MUNIR
    Pahlawan sejatiku ……….

  20. kadang aku berfikir, mengapa ini semua terjadi. kupandang bintang awan menutupi,
    kulihat malam penuh kehampaan,
    kunanti fajar tak kunjung datang.
    ku hanya berharap rembulan tak sembunyi

  21. kereen cooyyy

  22. percintaan senja

    Bunga rumput kau selipkan
    Pada riap rambutku
    Di padang ilalang liar yang menguning
    Adalah dandelion itu ribuan kuntum
    Mekar seperti permadani emas
    ( Debaran hati…)
    Gerimis manis melonjak-lonjak
    Seperti anak kecil minta mainan
    …………………………………………………………………………………………………………………
    Sepoi-sepoi angin merambah telinga
    Membelai tubuhku mesra
    Hujan biarkan tubuh kita
    Jadi kanvas siluetnya
    Meleburkan aroma tembakau khasmu
    dalam bibirku yang ternganga
    …………………………………………………………………………………………………………………
    Titik air mendenting merdu
    serupa gadis jelita bermain harpa
    rinai hujan bawa lentik mataku
    dalam perahu kebisuan
    terbungkus legam kulitmu
    dalam kemelut kubentangkan
    ini senandung kasih di dadamu
    …………………………………………………………………………………………………………………

    ( bunga rumput kau selipkan pada riap rambutku )
    pada riap rambutku kau selipkan bunga rumput
    kau selipkan di riap rambutku bunga rumput…..
    bunga rumput….bunga rumput…
    bunga rumput itu……
    …………………………………………………………………………………………………………………
    percintaan senja
    mentari redup saksinya
    ………………………………………………………………………………………………………………..

    my identity

    Nurjanah Laila
    Teacher
    Jl. Pancoran Barat IX A Rt 07/04 No. 35 Jakarta Selatan 12780

  23. Jemput aku di jakartaku

    ( Jakarta )
    Kau janji jemput aku di kota ini
    Dengan menumpang kereta hitam
    Berhiaskan debu-debu hamparan sepi
    Hmmm…
    hanya itu yang kau ucapkan
    Ketika aku memintamu
    Tuk temani sunyiku
    Hmmm…
    Hanya itu yang kau ungkapkan
    Waktu aku menyodorkan
    Hatiku untuk kau isi dengan harapan
    Dan kecupan-kecupan terpendam
    ( Mimpiku )
    Stasiun Jatinegara
    Kau lambaikan topi biru sebagai tanda
    Bahwa itu kau
    Ach…kau penyairku
    Derapkan senyap yang pengap itu
    Di lubang got
    Aku menyimpan memori
    Saat kau cetuskan itu dulu
    ( aku hendak memejamkan mata, beranjak ke dunia mimpi )
    “ malam, perempuanku. Maaf kalau hari ini aku belum bisa melipat jarak. Tetapi aku ingin peta itu menuntunku pada sebuah kota di hatimu. Selamat beristirahat, dek…”
    ( Jakarta )
    Jemput aku di kota ini…

    nurjanah laila
    Jl. Pancoran barat IX A Rt 07/04 No. 35 jakarta selatan

  24. perempuan sarkem

    perlahan perempuan pasar kembang
    berteduh di sisi malam
    menahan perih luka tanpa jemu
    mengejar seluruh kelelahan
    kesenyapan, keraguan
    menunggu dekapan angin malam
    yang bersemayam
    di bibir pekat duka
    yang menggila
    perempuan sarkem
    tersungging selarik senyum sinis
    menyapa debu yang berkeliaran
    ah…kalau saja waktu berpihak padanya
    pasti sang perempuan manis bilang begini
    padaku yang malam itu tak bosan mendengar celoteh pedihnya :
    “ kekasihku pergi…
    hanya dengan menjadi perempuan malam
    kubisa melenyapkan sendu
    berkawan kumbang malam
    yang tak henti menggauli
    tetapi…adakah cinta
    seperti kata penyair Rumi, dahaga yang sempurna, air kehidupan ?
    perempuan sarkem
    jogja kotamu
    kini tak ramah lagi

  25. (antara) rindu (dan ) ragu

    ada rindu yang merayap pada menit pertama
    setelah itu mungkin letihku menghanyut awan perih
    selewat itu boleh jadi keraguan menggelayut
    di batang sepi

    from Nurjanah laila
    ” cahaya surga di waktu malam”

  26. episode daffodil

    senja meneduhkan binar senyumnya
    tiba-tiba daffodil itu merentangkan kelopaknya,
    terbayang manja pelukan bulan tadi malam
    sementara hari perawan buncah berbunga
    ditingkahi alunan genit pipit bercericit
    malam wahai malam
    bawakan ruang cinta buat sang dara…

    From Nurjanah laila
    ” cahaya surga di waktu malam “

  27. ketika rinduku berlabuh di matamu

    Ketika rinduku berlabuh di matamu
    Senandung pipit memukau batinku
    Menadadendangkan syair ma’syuk
    Terlena daku
    Kau sedot aku ke labirin matamu
    Manjaku , anganku
    Berkelana menuju sumbernya…
    Adakah engkau yang menjelma
    Yang memanifestasi dalam cahya keindahan
    Kau…seperti mimpi dalam mimpi !
    Tak berwujud , tak berbatas…
    Inginnya aku berenang di sungai surga
    Kau tak terkatakan , tak terbayangkan…
    Mentari cintaku tlah berlabuh
    Menuju kerinduan yang menua…
    Jakarta , 10 Mei 2005 , 19.06 WIB

    ” cahaya surga di waktu malam “

  28. Satu Episode Senja di Malioboro

    tertegun aku menatap kendaraan berseliweran
    mbok pecel, mbok gudek
    penjual jadah, cincin , penjual batik
    ada pula bakul jamu…
    Perempuan-perempuan tua yang ramah
    memamerkan gusinya yang merah
    terbalut daun sirih
    Malioboro
    terlintas bayangan mentari ringkih
    memeluk senja yang makin tergores ke pinggir
    Malioboro
    Andong tua menunggu penumpang
    dikomandani kakek renta tujuh puluhan
    bercucuran peluhnya
    diusap dengan handuk lusuh…
    akhirnya aku naik saja
    ( tanpa ragu-ragu , walau pasti lama sampai tujuan )
    katanya sambil menyeringai :
    “Alkhamdulilah. Non , penumpang pertama ….”
    Di wajahnya yang lelah dimakan usia,
    kubaca rona gembira
    “ Mau kemana, Non ?”
    “ Stasiun Tugu , “, Pak !”
    tak lama kemudian aku tiba
    kuberi selembar uang duapuluh ribuan
    sambil berkata :
    “ ini , Pak. Kembaliannya ambil saja. “
    serasa tak percaya, senyumnya sumringah
    “ Alhamdulillah, Gusti Allah. “
    Mata keriputnya sejenak menatap langit jingga kemerahan
    Bibirnya hampir tak kuasa mengucap
    Sampai akhirnya kudengar ia menukas: “ Matur nuwun, sanget….”
    Biar Non murah rejeki, panjang umur dan panjang jodoh. Amin…..
    Malioboro kutinggalkan
    Tetapi esok kelak kan bersua
    Tempat hatiku terpaut dalam desir rindu
    Malioboro, Malioboro……..

    From Nurjanah Laila
    ( jogja yang kucinta walau aku belum pernah ke sana…)

  29. Perkawinan Alam

    air terjun luruh ke dasar
    putih layaknya selendang pengantin
    bening bersih suci
    kembali ke fitrah
    rerumputan hijau tebing coklat
    seperti lelaki gagah
    melindungi mempelai wanitanya…air terjun
    pohon, bunga, burung,
    angin, awan
    semua menyaksikan akad nikah
    antara tebing kukuh
    dan air terjun yang lembut namun tegar
    mereka menyalami keduanya
    di pelaminan raksasa
    yang bernama alam semesta
    lalu berkata :
    “semoga kalian berdua bahagia…”

    From Nurjanah Laila
    ( never ending love story… )

  30. waktu

    Tuhan,jangan biarkan waktuku terlewat
    seperti jarum jam yang berdetak
    seperti kereta yang mengejar gerbong kesepian….
    Tuhan,mungkin jika saatku datang
    ku kan tersenyum di pelupuk malam
    tertidur di pangkuanMU…
    Tuhan,berikan aku rumah bagi jiwaku yang ringkih dan rapuh
    biarkan kubersandar di pelukMu
    menikmati kudus bibirMU…

    From Nurjanah Laila
    ( cahaya surga di waktu malam )

  31. Penyair Malam

    ( untuk E.R.)

    kau ledakkan dadaku dengan peluru rindu
    yang membuncah sepi
    melesat menukik mimpi kabut
    penyair malam, kekasihku
    aku hanya cinta kamu
    ( andai kamu tahu … )
    setelah itu
    peri kegelapan bersolek
    dan menghiaskan lipstik tebalnya
    di bibir malam
    juga bulan yang diam-diam mengintip
    cumbuanmu pada gelisahku…
    penyair malam, di matamu
    sekilas,
    ada kesenyapan yang menggunung sendu
    mengapa kau tak kau lepas saja
    di gunung berbatu
    atau tetaskan di hamparan ilalang biru
    penyair malam,
    mengapa
    kau ombang-ambingkan aku
    dalam sekerlip gamang yang terapung
    di samudra dusta
    cukup…..!

    Nurjanah laila
    ( i love u, my jogja…)

  32. senen di stasiun senen

    suatu senja di stasiun senen,
    hari senen yang manis
    tetapi agak gerimis
    ( di hati mereka juga…)
    berjumpa
    untuk kemudian berpisah
    ke jogja, sebentar lagi kereta tiba
    peron menunggu
    (ada yang berubah…)

    suatu senja di stasiun senen
    ada dua pasang hati yang sesak
    penuh galau , ceracau, runyam
    jumpalitan , akrobat, kacau !
    penuh kepenatan…
    4 orang manusia
    yang kumpul bareng
    tapi jiwa mereka sedang bermonolog
    seperti satu manusia ga waras yang ada
    di samping mereka
    ( ngoceh sendiri …)

    ( kata salah seorang diantara mereka, seorang pemuda : aneh ya, pacaran di stasiun…seramai inikah senja di stasiun tugu mas ? tanya sang dara yang duduk di sampingnya. ya tho dhek, ada band jazz, reggae, rock. tapi yang pasti ga sekotor stasiun senen. di sana bersih dan rapi. oya ? jawab si dara manis lagi. )
    agaknya percakapan itu harus segera usai
    senja perlahan memeluk dewi kegelapan
    yang menjuntai remang-remang
    kereta progo tiba
    menjemput sepasang jiwa
    melambai mesra
    ada yang perih
    terluka
    berduka
    gerah
    pukau tak sanggup
    mendesah lagi
    lenyap
    senyap
    hilang
    ahhhhhhhhhhhh………
    sudahlah
    sudahi saja
    sudahlah
    lepaskan saja
    sudahlah
    hapus air mata
    sudahlah
    jangan ingat lagi
    sudahlah…
    log off !!!
    derit rel kereta makin terdengar menjauh
    ada sepasang lagi
    yang tertinggal
    entah
    kenapa
    ada apa
    mungkin ini jalan terbaik
    mungkin itu sudah suratan
    sejuta mungkin menyelusup di benak
    ahhhhhhhhhhhhhhhhh……………
    senen di stasiun senen

    ( Nurjanah Laila )
    never ending love story….

  33. dip…. dah dulu ya, sampai jumpa besok, aku lagi ga ada ide nih….bantuin dunks !!!

  34. Kembali….

    Biarkan jasad hinaku Berbaur dengan tanah
    Agar dapat ia ber-renkarnasi menjadi mawar
    Ya…!!!, sekuntum mawar merah yang tumbuh subur di taman surgaloka
    Yang suatu ketika, kelopaknya akan dipetik oleh seorang perempuan cantik seperti engkau… duhai ummul mukmininku.

    Biarkan tubuh kurus keringku ini
    Menyatu menjadi satu kesatuan organik dan kompos
    Supaya dapat menyuburkan lumut-lumut hijau kuning
    Biarkan ia terus bermetamorfosis melebur ke dasar bumi
    Bersama citranya menjadi saripati-saripati murni
    Supaya ia dapat kembali menjadi seorang pencinta lagi
    Seperti sang Adammu yang dulu….

    ‘O,… Kematian nan kudus
    Bak, kasidah rembulan malam sepuluh purnama
    Di mana bintang gemintang menari tarian sufistik
    Sajak-sajak yang selalu bersembunyi dibalik mukenah kenyataan
    sendiri aku….
    beselimut kiswah-kiswah suasana barzah

    ‘O,… Engkau yang laksana hantu
    Tidak tahu kapan datang dan pergi…..
    Ini nyawaku, genggamlah sekuat cakar-cakar elang perkasa
    Ini rohku, renggutlah dari dadaku
    Untuk engkau kembali kepada sang maha pemilik maha.
    Karna, kehidupan sesungguhnya adalah kehidupan setelah mati.

  35. Nama…???

    Namaku tidak ada
    Di dalam abjad romawi tidak tertulis di batu nisan sansekerta
    Apalagi tertera di perasasti-perasasti purbakala
    Tidak juga tersimpan di balai pustaka para ilmuwan

    Namaku tidak terdaftar di notebook anak-anak ingusan
    Tidak tertelaah di dalam puisi, sajak dan syair kaum pujangga
    Tidak ada tercantum di paragraph dan alinea kata pengantar sastrawan
    Namaku juga tidak terangkum bersama lirik-lirik lagu terpopuler
    Apalagi di antara tembang-tembang malam berjelaga
    Serta tidak tersimpulkan oleh siapapun………..

    Jika ada, itu nama-namaku yang lain
    Jika ada, itu nama warisan dari ibu bapaku
    Jika ia tidak mengetahui…..
    ia tidak mengetahui siapa namanya….

    Jika ia mengetahui…???
    Niscaya ia mengetahui perkara “AKU”
    Mahasuci tuhanku yang menciptakan nama itu………

    (sahadat jawaban sebenarnya siapa nama kita itu)

  36. puisinya bagus bang darwin

  37. Perkawinan di Kana

    Seperti kau tahu, sepasang burung
    hinggap pada semi dadaku. Bersarang,
    dan sesekali mematuk kuncup luka.

    Lalu lenganmu, pokok ara itu.
    Tak berbuah namun rindang
    : naungan yang kadang kurindu

    Dan kau pun dengar; betapa keciap
    lapar, betapa tak siap kita sadar.
    Musim selalu berubah dan benih
    berkecambah. Ah, di tanganmu
    juga telur-telur di sarang rekah.

    Lihatlah, ada nama yang kekal
    di batang ara. Nama yang bakal
    memberitahukan sebuah rahasia
    luka; bahwa itu sebenarnya cinta.

    Seperti perkawinan di Kana,
    bibir pengantin ini menunggu
    cecapan anggur pertama
    : darah dari lukamu yang baru.

    2007

  38. Sepatu Adam dan Hawa

    1/
    Perjamuan buah belumlah lengkap,
    tiba-tiba terdengar sesuatu berderap

    “Suara apakah itu, Adam?” Hawa ketakutan
    Adam yang tanpa seluar tak berani keluar

    “Entahlah, Hawa. Sebaiknya kita diam saja.”

    Di depan pintu surga,
    dua pasang sepatu tengah diletakkan.
    Hawa dan Adam semakin erat berdekapan,

    Sang Ular mendesiskan kata,
    “Waktunya telah tiba!”

    2/
    Tuhan telah mengajarkan
    berbagai macam kata benda
    kepada Adam, tapi benda yang ini
    belum pernah dia temui.

    “Itu adalah sepatu,
    pelindung kakimu.
    Sebab kalian berdua
    akan berjalan sangat jauh.”

    Maka segeralah Adam berlatih
    menggunakan sepatu, sedangkan Hawa
    belajar memahami bahwa kiri dan kanan
    adalah dua sisi yang menyatu.

    3/
    Sesaat setelah berkumpul di bumi,
    kepada Hawa, Adam meminta
    merawat sepatu-sepatu mereka,

    “Kau yakin kita akan
    berjalan kembali ke surga?”
    bertanya Hawa

    Adam mulai menyemir sepatunya

    2007

  39. kiamat untuk kita

    I

    aku butuh biru tuk menggambar bumi ini
    dan dirimu yang kan menjadikannya

    helai rambut basahmu menjadikanku tanah longsor yang tak lagi diikat akar
    tubuh tegapmu menjadikanku pohonjati tua yang tak terjamah para penebang liar
    langkah bisumu menjadikanku buih ombak pantai yang terus menerjang kuat tembok rumah
    para nelayan
    yang hasil tangkapannya tak laku dipasar
    jemarimu buatku merindu ranting musim semi yang menggendong pucuk daun baru
    yang kan menurunkan embun dingin dipagi bisu

    II

    aku butuh hitam tuk menggambar laut ini
    dan hatimu yang kan menjadikannya

    parasmu menggambarkan laut yang jahat dan galak
    ketika purnama bertamu di punggung malammu
    bermain catur dengan banyak bidak
    dan tak satupun yang berhasil bilang skakmat

    terlungkai lemah sukmamu ketika bumi ini siap sudah memuntahkan semua
    hatimu dan badanmu yang menjadikanku penggambar kematian ditanah katakata ini
    menjadikan tangisku meluap layaknya lumpur
    gunung bergetar seperti ibuku yang menangis tersungkur
    dan tewas sudah biru hitam pewarna kata
    merantai aku dan kamu dibungkam lara

    24dec2007

  40. alodya

    alodya menggapai cinta
    setangkup kecewa terlepas
    dari genggaman hati
    menyeruak pergi
    sendiri siksa nurani
    alodya,
    seumpama lembayung senja
    alodya…alodya

    alodya II

    alodya,sekuntum rindu
    aku dekapkan ke dadamu
    manja suaramu
    panaskan hasrat kelelakianku
    alodya,perawan senja
    lenyapkan luka
    alodya…alodya
    menanti cinta

    alodya III

    alodya, kuncup mawar
    tenggelam di manis bibirmu
    lara hati beranjak pergi
    tanpa terusik mimpi pagi
    alodya, kekasih rembulanku…

    alodya IV

    alodya, terbanglah engkau ke bukit-bukit di hatiku. sayup semayup kudengar tangisan rindu menderu di matamu nan kelabu memusat lesu. lagukan dendangkan nyanyian biru tentang kasih terhapus beku. lunglailah sudah manyar di sarangnya seperti jiwamu yang merona luka. alodya,peluk jiwaku sekali lagi….

  41. alodya

    alodya menggapai cinta
    setangkup kecewa terlepas
    dari genggaman hati
    menyeruak pergi
    sendiri siksa nurani
    alodya,
    seumpama lembayung senja
    alodya…alodya

    alodya II

    alodya,sekuntum rindu
    aku dekapkan ke dadamu
    manja suaramu
    panaskan hasrat kelelakianku
    alodya,perawan senja
    lenyapkan luka
    alodya…alodya
    menanti cinta

    alodya III

    alodya, kuncup mawar
    tenggelam di manis bibirmu
    lara hati beranjak pergi
    tanpa terusik mimpi pagi
    alodya, kekasih rembulanku…

    alodya IV

    alodya, terbanglah engkau ke bukit-bukit di hatiku. sayup semayup kudengar tangisan rindu menderu di matamu nan kelabu memusat lesu. lagukan dendangkan nyanyian biru tentang kasih terhapus beku. lunglailah sudah manyar di sarangnya seperti jiwamu yang merona luka. alodya,peluk jiwaku sekali lagi….

    from Nurjanah Laila
    jakarta selatan

  42. KASIHKU

    Ditengah kesunyian malam kusendiri,,,
    Kulihat sang rembulan yang begitu indah di atas sana
    Kuteringat sosok kekasihku karenanya
    Dia,,, seakan tersenyum melihatku.
    Oh…kasihku….
    Bersinarlah,,, dan terangilah hatiku ini.
    Dengan sinar cintamu yang begitu indah
    Bagai sinarnya sang rembulan,,,
    Yang tak pernah lelah menerangi bumi ini.
    Kasihku……
    Aku sangat rindu padamu…
    Apakah kau meraskan hal yang sama..??
    Seperti yang kurasa saat ini.
    Kasihku…..
    Kuingin selalu bersamamu….
    Selamanya…….

  43. This text is a copyright content, please ask permission from the author. Or contact YM : kemu_dian for more information.
    Secured by anti copy paste Kemudian.com, close page from Kemudian.com to enable the Copy Paste function

  44. Aku Suka Cinta

    aku tidak ingin luka
    di hatiku
    di hatimu

    aku hanya ingin cinta
    di hatiku
    di hatimu
    dan hatinya

    -Minke W.H-

  45. salam kenal semuanya……….

  46. penyiarnya sapa sih…?

  47. namanya Deepee, penyiar, dan pengarang juga. kabarnya masih jomblo lho….

  48. ayo bikin panas dengan diskusi……..

  49. diskusi apa mas?

  50. deepee?
    dia pny blog gag?

  51. Assalamualaikum Wr WB

    Sekarang kita lagi lapar
    Kenapa Bisa lapar??
    Jangan jawab dengan “Takdir”

    Sekarang kita lagi miskin
    Kenapa Bisa Miskin??
    Jangan jawab dengan “Takdir”

    Takdir
    Takdir

    Jalan keluar begitu banyak
    Kenapa Takdir yanga kau lalui
    Bukannya kau pinta Jalan Yang “Lurus”

    Disini Bimbang
    Disana Cemas

    Disini Gila
    Disana Lebih gila..

    Lemparkan Egois
    Tancapkan Ikrar “Cinta”
    Dan sampaikan Padanya
    Aku Punya Tuhan…..!!!!

  52. deepee tak punya blog sawqi. emangnya napa? sawqie ngefans ya sama deepee?

  53. dunno
    suaranya enak aja
    makanya jadi penyiar x ya?

  54. Suara deepee asyik, mengingatkan aku pada seorang penyair tua. btw, shawq chat yuk. ym kamu apaan sih?

  55. Masih Ada ya????

    Lesuh Kini Dunia
    Sedangkan Dunia Mulai Bosan
    Dengan Tingkah Laku Manusia

    cukup sudah awan mengitari langit
    embun pun hanya melengkapi pagi juga lembab
    sementara tapak-tapak kaki yang kosong mengitari
    jalanan tanpa alas
    Aku bingung pada tanah, kenapa hanya diam!!!

    Bintang dan bulan bgitu indah bersama malam,
    matahari terus memberikan cahayanya,
    Untuk makhluk yang hina dengan hati yang busuk

    sampaikan salam buat Alam

  56. ym: jsyauqi sabu
    tapi gag tiap hr ol sih

  57. permisi kawan2
    numpang tenar ya!

    BBM naik lagi, rakyat pusing lagi
    kenapa BBM naik lagi?
    karna harga minyak dunia naik lagi katanya

    katanya pemerintah kita pintar!
    katanya pemerintah kita cerdas!
    katanya pemerintah kita membela rakyat!
    katanya pemerintah kita peduli!

    ternyata cuma ngurusin minyak aja
    mereka ga bisa
    dan butuh bantuan dari uang rakyat miskin

  58. Hahaha, demikianlah agakny apemerintah kita bang ryan.

  59. Tahniah… untuk teman2 di Pamulang FM… selamat bersastra di udara.. Salam buat : Hujan

    dari : Komunitas Puisi Malam Pro2FMedan
    ( Komunitas Pualam )

  60. Patah hati
    hati patah
    patah hati patah
    hati patah hati
    patah patah hati
    hati hati patah
    patah hati
    patah nyali
    patah
    pasrah
    parah
    nyeri

    hati patah
    hati sudah
    hati pasrah
    hati susah
    kukunyah enyah

    patah hati
    patah nyeri

  61. deepee, cieeee….punya pengagum niye…..emang suara deepee seksi, bikin cw klepek2 gemana geto……hehehe…..seksi tapi bukan seksi repot ato seksi keamanan lho….

  62. hai minke..qt ketemu lg disini ?

  63. aduh seneng banget di bilang punya suara seksi, jadi GR, merah merona, terbang ke awan nih. buat sawq maaf, ya aku gak punya blog tapi kalo mo ngobrol-ngorol lebih banyak kirim e-mail aja, ya
    (pena_dee@yahoo.com

  64. gila deepe,,
    banyak kali yng ngefans,, wah lumayan ukm sastra jadi tambah koleksi artis,,mau dong di kenalin…!!!

    Bonus

    Sekarang waktunya bonus
    Bonus apa yah..??
    Apalagi yang jadi Bonus
    Bonus kok sekarang,!!??

    Sekarang kita dalam area bonus
    Tolong bagikan,..!!

    Yah,,bagikan bonusnya
    loh,,, jangan dia yang di kasih !!!
    Bukan yang sana..!!
    Bukan Bapak yang satunya lagi…!!
    Bukan yang sebelah kiri,,
    Sebelahnya lagi..
    loh kok dia,??
    Perasaan tadi bapak memakai baju merah, kok sekarang baju putih !?
    Ah kalau begitu berikan Bonusnya pada yang Bapak yang g pakai baju itu, !!!
    yah yang itu !!
    Boleh deh sekalian wanita yang tak memakai baju itu, aku suka melihatnya !!!
    Tapi kalau pipinya memerah, berikan dia sapu tangan dan suruh dia menutup mukanya!!!

    Selamat Anda Yang Membaca ini pun dapat Bonus !!!

    Puisi Dari
    mr.gokils,,
    kalau mau,,bikin puisi dulu yah?!!

  65. bukan alas dikali tinggi lalu dibagi dua

    jika cinta adalah segitiga
    rumusnya pun berubah

    hati terbagi dua
    sebelum diterimanya
    perasaan yang nyata

    aprl2008

  66. deepe emang manisss …..hehehe…walau bukan gula, selamat dikerubutin semut, eh penggemar. deepe tuh baik lo,penyayang ramah dan tidak sombong..hahaha…

  67. selamat menikmati

    Menu kita hari ini adalah,sosial dan politik…
    bumbu penyedapnya adalah Seni dan Budaya..
    Pencuci mulutnya,gosip lah…
    wah…takkan hilang jiwa pengembaraku
    untuk air, beras, juga lauk…

    slamat makan buat semua yg sedang makan
    kalau blm makan, makan gih…
    jangan mengeluh…
    kalau blm bisa juga,,,ayo rame-rame,ke kantor dpr..minta beras..

    lapaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar

  68. ah, si mr gokils kelaparan rupanya….
    kalau mau beras, jangan ke dpr. pergi ke toke beras…
    kalau tak diberi, jarah saja….
    gitu saja kok repot

  69. gada judul

    opiumopium cintamu buatku mencandu
    untung saja kita masih bisa bicarakan dunia
    dibawah merawan yang tumbuh puluh tahun lalu
    mengenang padma yang berkembang kemudian layu

    dunia apa yang kita perbincangkan kali ini
    politik atau ekonomi
    sosial atau seni
    duniaku atau duniamu

    mungkin saja sajaksajak cinta dan mimpimimpi indah
    dapat masuk kedalam perbincangan kita

    apakah cukup buatmu gembira
    apa sudah lama kita tinggalkan logika

    may02.07//shawq

  70. Bukan karena bunda
    tapi Karena Rezim

    Kenapa hanya rezim
    coba kita cari..siapa rezim…

  71. tuk bilang malam
    kau harus lebih terang

    tuk bilang siang kau harus
    melewati sang malam

    dengan tanah yang kurang subur
    kita kan mati tanpa nama

  72. Pupus Cita

    Pupus sudah tinggal pupus
    Cita ku jauh terhapus
    Buruh selamanya buruh
    Asa ku teracuh
    aku jadi kelu
    kian kelu

  73. Hancur…………
    Hancur…………
    Hancur hati ini melihat penderitaan mereka….
    Hancur hati ini melihat para penguasa buncit…..

    Menangis………
    Menangis………
    Menangis jiwa ini mendengar tangis bayi kelaparan…
    Menangis jiwa ini mendengar tawa penguasa sadis…

  74. ?????
    Aku hanya bisa termangu…..
    Termangu dalam gelapnya dunia….
    Dunia yang begitu bobrok
    Begitu Sadis
    Begitu Tuli………

  75. ?????????????????????????????????????
    !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    ?????????????????????????????????????

    !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    ????????????????????????????????????
    !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    ………………………………………….?????????

  76. jentik jari sekejap
    semua berubah begitu cepat
    semua hilang ala kegundahan
    tak lagi ada yang di pustnya
    berkumpul tanpa daya guna

    semakin terjepit di tepi
    risau menunggu waktu sambil meracau
    gerak langkah semakin lambat
    dan haru mengakhiri debu yang tebal
    yang belum sempat dibersihkan dari wajah

  77. jariku masih kaku adikuw
    aku tak mau berjalan hari ini
    sampaikan salamku buat orang-orang yg mengenalku
    sampaikan, kalau aku masih tetap semangat
    untuk terus berjuang

    semangat!
    semangat!
    semangat!

  78. Segumpal sakit dihati tak bisa ku sirnakan
    nurani memaksaku tuk tegar hadapi dunia yang semakin menjepitku
    aku tau aku dewasa namun kenapa kenyataan sadarkan akan kecilnya diri ini
    hari ini
    hidup menantangku dengan kehebatnya
    aku perlu kekuatan
    aku perlu dirimu
    aku memerlukanya

  79. jakarta dipenuhi pelacur
    jakarta dikepung pelacur
    jakarta dijajah pelacur
    jakarta tenggelam oleh pelacur
    jakarta jadi pelacur
    nongkrong, di istana, gedung dewan, monas, kramat tunggak, loket kereta, bank, kampus, kantor polisi, pengadilan, kolong jembatan hingga mal,

  80. hujan itu air
    yang selalu membuat
    hati kita ikut mengalir

    hujan itu cinta
    yang mesti disukai
    kehadirannya

    hujan itu romantis
    namun terkadang
    membuat kita menangis

    hujan itu. . .
    hujan,hujan,hujan,hujan. . .

  81. shiva

    aku duduk di kursi goyang
    menunggumu datang
    jauh rindu ku tanam
    jauh cinta ku simpan

    sampai fajar bersembunyi di lautan
    masih terlintas bayanganmu
    sampai aku terlelap
    puas…

    shiva
    disini kutitipkan kemarau rindu juga kemarau cinta

    slm

  82. kosong

    malam ini tak ada deretan puisi
    hanya ilusi barisan mimpi
    mengatup di rongga mataku…

  83. aris

    aris ,
    dahaga mimpiku
    kau jamah dengan api cemburu
    berkilat-kilat luka
    berdegup di matahari kasih
    senyapku-sunyimu
    sendirimu-aku tak berkawan
    cuma cerita
    pelepas dahaga ,alam
    aris,
    puisi manisku…

  84. zzzzzzzzzzzzttttttttttzzzzzzzz!!!!!!!

    jangan berisik di dalam kamar,,,

    ad mama lagi tidur,,

    jangan berisik di kamar mandi….

    tetangga marah-marah,,

    jangan berisik di taman depan,,

    yang pacaran terggangu,,,,

    sana klo mau berisik di gedung DPR..

  85. Bunda

    Anak mu merindu
    Anak mu ingin bertemu

    Bunda, air mataku menetes lagi
    tetesannya kali ini tidak menyentuh bantalku
    tetesannya terbawa angin menuju pulau sulawesi
    Hinga tidurku selalu terbayang, kapan aku bisa memanjakan diri lagi bersama senyummu…!!!

    Bunda, aku yakin do’a mu selalu ada untukku..

  86. Bung,
    kau getarkan semeru, dan gaungkan majapahit hingga ke dunia
    kau lempar si kaya dan perjuangkan si marhaen yang nisat

    suaramu bak guntur membelah cakrawala
    di dadamu, indnesia terpampang jelas mengisi langit
    peta dan rencana adalah dua sisi yang menjadi arti
    dari segala garak lakumu

    kau singgahi ende, parapat, bengkulu
    kau jinakkan fasis-fasis tunduk di kakimu.

    seribu tahun, belum tentu lahir lagi putra fajar, semerah engkau!

  87. aku
    hilang
    dalam peluk
    kenangan yang jalang

    2007

  88. Ada rencana Ayo Berdua akan menerbitkan antologi puisi bersama. apakah ada masukan dari teman-teman?

  89. STEP KEHIDUPAN DIALAM MERDEKA

    63 tahun sudah bangsa Indonesia merdeka
    Itulah umur yang dilalui dari masa kemasa
    mengukir sejarah . . . . . . beraneka warna
    Untuk mengisi karya pejuang bangsa

    Yang kini telah tiada…mungkin juga sudah renta
    Tak mampu untuk berbuat apa apa
    Karena terkuras merebut membela bangsa
    Demi anak cucu agar hidupnya merdeka

    Wafat sebagai bunga bangsa
    Darah membanjiri bumi Persada
    Rela berkorban untuk Negara
    Agar Merdeka !!!

    Kudengar ceritanya, juga Kulihat Sisanya
    Kutahu itu nyata, Karena sering di sapa
    Setiap tahun bergema, suara gemuruh
    Merdeka ! Merdeka ! Merdeka

    Seantero jagad Raya Tahu
    Bahwa itu Sambutan kemerdekaan
    Kebebasan lepas dari belenggu
    Penjajah dimasa lalu

    Tapi kini sudah lain cerita
    Tanpa usaha ingin merdeka
    Tanpa bekerja ingin punya
    Tanpa malu tak khalalmu mau

    Para pejabat lihatlah, Setelah dilantik
    Didepanmu sampingmu dan belakangmu
    Kerangkeng akan menyambutmu
    Dikala tak mampu berbuat adil dan benar.

  90. Detik proklamasi berkumandang di bumi nusantara
    Merah putih berkibar tertiup angin
    Pekik kemerdekaan bergemuruh oleh anak bangsa
    Nyanyian sejarah terlantun indah
    63 Tahun sudah berlalu
    Ibu pertiwi masihkah kau menangis?

    Anak kandungmu semakin bergeliat hebat
    Melepaskan himpitan yang sangat sulit
    Harapan dan keyakinan semakin tipis
    kepercayaan semakin pudar
    Kepada para semua raja – rajamu

    Berteriak sudah hilang suara
    Menangis tidak ada air mata
    Berlari terikat kencang
    Berjalan tidak ada tenaga

    Akan adakah anak kandungmu yang peduli!
    Untuk memelihara kekayaanmu?

  91. sujud cinta

    dalam sujud cinta
    ayat-ayatNya terbentang jadi permata
    di atas sajadah wangi bunga
    kau taburi bait-bait doa,
    semoga bidadari bermata biru berselempang perak,
    yang jadi belahan jiwa
    gaun pengantin putih tersampir di ranjang ukir
    siap dipakai pemiliknya
    taruna belia, kutunggu belai hangatmu
    di peraduan,
    mainkan nada-nada indah…
    akulah haura,terbuat dari cahaya,
    perawan surga…

  92. bulan di atas bonang

    bulan masih terlalu muda
    untuk melepas kepak sedihnya
    wajahnya memucat lesi
    terdiam tak ada pungguk
    yang merindu
    langit terasa gelap
    walau disesaki ribuan bintang
    bulan di atas bonang
    menyorot,mendekap luka…

    From nurjanah laila
    jakarta selatan

  93. jatuh cinta kedua

    aku jatuh cinta
    yang kedua kali
    pada kerling matamu
    yang menjulurkan benih rindu
    pada kilau jiwamu
    di arah 8 penjuru
    padang semusim dandelion menguning
    ada kasih yang tertinggal
    ingin ku selam
    dalam kukuh karang,
    DIRIMU…

  94. puisi rindu

    kutoreh
    puisi rindu
    di dadaku yang beku
    mendadak bayangan malam
    menggeram diam-diam…

    from Nurjanah Laila
    jakarta selatan

  95. layla

    layla,rose of the sunset…
    bringing back my loneliness
    to the edge of the endless nights
    layla, petal of warm madness…
    legend of thousand dreams
    island of lovable things
    layla,
    more than just a woman…

    Nurjanah laila
    jakarta selatan

  96. beri aku…

    beri aku sakit,
    maka aku akan lebih
    mengenangmu…
    beri aku perih,
    maka aku akan lebih
    mengingatmu…
    kasih aku luka
    jadi aku lebih tabah
    kasih aku duka
    agar aku lebih sempurna
    mendekat padamu…

    Nurjanah Laila
    jakarta selatan

  97. why

    why do u make thirsty,
    my lovely…?
    why do u make me deeply sad,
    so lonely…?
    u make me suddenly happy
    then cry slowly…
    my lovely,
    why do u make me so crazy…?

    Nurjanah Laila
    Jakarta Selatan

  98. Aku ini hanyalah seutas benang kusut pada jubah sang nabi,nyaris tak terlihatkan adanya…
    Aku ini hanyalah debu yang menempel pada surau surau kecemasanku, hanyalah mengotori belaka….
    Aku ini hanyalah kutu yang menempel lekat diantara gembala-gembala Isa alaihisallam….
    Aku ini hanyalah duri diantara syair mawar persembahan sultonu aulia…ataulah kerak pada cawan cawan anggur kuno minuman kaum lezat.
    Aku ini hanyalah secarik doa yang tersesat,yang hendak ditujukan bagi keagungan sang Khidir.
    Dan aku ini hanyalah berisik risik diantara malam ‘lailatul qadar’…
    Semakin tersesat di jalan yang telah ditentukan…
    Oo….sang maha penghibur,hiburlah hati yang kepalang ’sepi’ ini…
    (malique-3 syawal 1429 H

  99. Kebahagiaan ini hanyalah sesaat,seperti ketika kureguk anggur mesra dari pelacur malam..sesaat mengajak ku singgah ke taman sorga.bersama hamba yang dimuliakan olehNYA.
    Kehidupan ini,hanyalah sesaat,seperti ketika ku berjalan pada shirath yang menuntunku perlahaan ke dunia kekal,yang dihuni para anbiya’ & auilya.atau mungkin aku hanyalah satu diantara seribu api yang terus menerus membakar jasadku sendiri didalam nerakaNYA.
    Perjalanan ini hanyalah sesaat,seperti benang kusut yang dipintal dan kemudian dijadikan sebuah pakaian oleh kaum Hallaj. Yang untuk sementara dapat menutupi kebodohanku di mataNYA.
    Kedustaan ini hanyalah sesaat,Karna ku takbisa mengungkap kebenaraan haqiqi di mimbar masjid atau mushola.,yang ada di tiang gantungan pembinasaan……

  100. Sejak itu aku tak pernah sendiri dalam perjalanan ini,sebab pengisi hati sudahlah hadir seperti sepasang kekasih yang hendak bertahta dipelaminan jingga,hasratku untuk selalu bersamu tak tergantikan oleh waktu,hingga kini,kau terus bernaung dalam ruang jiwa…sejak syehk ku menanam pohon alif dikebun jiwa.aku tak lagi sendiri……..(08157665854) sarva sastra prayojanam tatwa darsanam

  101. yessi kapan berpuisi di udara
    ku tunggu karyamu lhooooo !!!!!!!!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.