Ayo Berpuisi di Udara
Sastra Merdeka!
Halaman ini disediakan bagi teman-teman yang ingin berpartisipasi dalam acara Puisi Malam yang disiarkan Radio Pamulang FM 98.9.
Puisi Malam adalah ajang pembuktian kreatifitas teman-teman yang menekuni dan tertarik dalam setiap pembahasan mengenai estetika dan etika dalam berpuisi. Dalam acara ini Teman-teman dalam berinteraksi langsung dengan pembawa acara. Dengan menggunakan line telpon 021-93199456 , Teman-teman bisa berpartisipasi ikut membaca puisi atau berdiskusi langsung.
Puisi Malam adalah sebuah program kerja sama antara Komunitas Pekerja Sastra Kampus UBK dengan Stasiun Radio Pamulang FM 98.9.
Silakan kirim Puisi Anda melalui kolom komentar di bawah ini. Cantumkan Identitas lengkap teman-teman, agar nanti jelas dibaca pada saat acara Puisi Malam mengudara Setiap hari Kamis malam pukul 19.00-22.00 WIB.
Salam Sastra!















Kata-Kata Semalam
kalau kau takut pulang malam ini
menatap lambat kiblat di barat
katakan kataku,
kau pulang atas rindu
kalau kau sudah sampai di pintunya
dan kakimu terhenti melangkah di sana
katakan kataku,
kau pulang lebih dulu
kalau kau sudah naik ke peraduan
dan siap meneruskan tidur panjang
sampaikan salamku pada tuhan,
mungkin malam ini juga aku datang
dipanku; 02-05-02
Hujan.
Siapa pun gubernurnya, Jakarta tetap kebanjiran juga.
Gila!
malam………..
indah tanpa bintang
semarak angin berhembus menusuk tulang
dingin……….
aku tau dimana kehangatan itu,,,
ada jika kata-kata tertumpah lewat tulisan……….
salam sastra!!!!!
waaaaaaaah sekarang bisa puisian lewat radio yah,,,
mantab,,,
gw pasti jadi pendengar yang paling setia nech,,,
hidup sastra!!!
hahahaha……….
takjub
lama sudah pikiranku selalu kosong
tak tau pada siapa nanti kukan minta tolong
fananya hidupku ini…
semakin hancurnya bumiku kini
hingga akhirnya
sentilan yang hampir menghilangkan jiwaku
telah menyadarkanku dari kekosongan itu
kini kuberjanji padaMu…
kukan manfaatkan kesempatan hidup yg sekali lagi ini
untuk selalu berbuat baik
pada diriku sendiri
orang sekelilingku dan bumiku tempat kuberpijak
plakk…!!!!
sudah…jangan terlalu lama kau takjub dgn blm jadinya ajal menjemputku…!!
ayo lakukan sesuatu yang positif sebisiku…!!!
Pertama untuk semua
malam gelap sonder cahaya
merangkak pada senyap sisa asap knalpot
kami adalah anak-anak yang dilahirkan dalam duka nestapa kemiskinan negeri indonesia raya
tak ada yang sudi terima kasi sebagai manusia
sebab nilai kemanusiaan di negara ini bisa ditukar dengan rupiah
pertama untuk semua,
ketika doa bapa kami tak lagi dapat mendamaikan tidur dan mimpi kami
kami
yang pasrah dalam keadaan
tetap menunggu mesiah turun di atas nisan-nisan.
pertama untuk semua,
ku doakan dan berakhir
amien!
buat teman-teman yang ingin mengirimkan puisinya di sini harap mencantumkan alamat supaya kita semua bisa tahu kamu berdomisili dimana. kalau hal ini tidak di lakukan mohon maaf kami tidak bisa membacakan puisi kamu pada acara “ayo berpuisi di udara” di 98,9 Pamulang FM
terima kasih
pengasuh acara
deepe
Sewa Hutan Orang Utan
marikita main tanya-tanyaan
berapa harga sewa hutan?
sang prabu marah kesetanan
tanyalah soal lagu kerinduan
rindu suharto-suhartoan
reformasi cuma mainan
jangan tanya soal sewa hutan
apalagi nasib orang utan
semuanya hayalan!
heri latief
amsterdam, 23/02/2008
‘Risalah Perempuan’
Lafal nafasmu….
Adalah mantra klasikal yang slalu bertawaf di antara bulan sabit
Yang mengajak bintang-gemintang menari tarian khayangan
Lisanmu…
Bak, sekuntum himne yang diyanyikan oleh para biarawati didalam gereja kuno
Seperti senandung merdu burung-burung penyanyi di pagi hari
Sepasang bola matamu…
Ada sabda-sabda rohaniah yang didakwahkan oleh kaum sufi tempo dulu
Ada cerpen-cerpen tentang asmara nan syahdu
Ada wiridan kudus yang terdengar romantika
Ada seorang musikus yang sedang memetik arfah tua yang diiringi beberapa peri mungil mengitari tangga nadanya……….
Ada juga kasidah rindu, dendam dan benci
ada instrumen do..re…mi…fa…sol…la..si ..do…
ada pula orkestra sakit hati yang sudah klise
Dan bagaikan merpati putih matamu dibalik mukenahmu….wahai perempuan
Rambutmu…
Semacam kawanan ombak biru yang sedang menuju pesisir
Tempat laut dan pantai bercinta di mana pasir-pasir berbisik-bisik malu tentang—
Bibirmu…
Seperti seuntai pita kirmizi yang hampir menyerupai mawar merah di tengah-tengah kebun marifat
Seelok benda-benda pusaka kerajaan romawi
Alismu…
Laksana bianglala yang saling bertautan satu sama lain
Di mana batara-batari bercumbu rayu diatasnya buluh-buluh lentiknya
Dadamu…
Bak, sepasang anak rusa yang sedang makan rerumputan hijau di tengah-tengah bunga bakung
Sebagus taman syugaloka di atas langit tertinggi
Dan lekukkan tubuhnya….duhai perempuan
Adalah puisi-puisi dan sajak-sajakku yang lain
Yang dibalut kiswah yang melindungi marwah kaum adam
Yang banyak menyimpan hikma, keajaiban, teka-teki, kasih-sayang dan misteri illahi
Saat hamba menyaksikannya…..
tubuhku gemetaran seperti ilalang-ilalang yang ditiupkan oleh sang angin
terdiam laksana berhala-berhala miliknya fir’aun
dan seperti rasul yang sedang menerima wahyu
“O,…Maha Suci Tuhanku!!!
Yang menciptakan makhluk bernama perempuan
Oleh Mha Darwinsyah Purba Medan-Sumut
Makhluk Bodoh
menangis, tertawa dan canda adalah sajak-sajak hikmah
yang ditiupkan oleh sang maha pemilik maha
mengapa…????
gereja, kuil, masjid, rumah berhala
Kau bangun lambang-lambang penghambaanmu
Tidak pernah dalam hatimu kau membangun dirimu
untuk menjadi sebuah makhluk sesungguhnya..???
Maka itu kau takkan pernah jadi utusan tuhan yang merdeka…
oleh sebab itu kita selalu merengek seperti bayi yang ingin menetek…
takut miskin dan takit hina
takut mati dan takut hidup
sesungguhnya kau adalah Makhluk bodoh hingga akhir hayatmu…
Oleh Mhd Darwinsyah Purba
HUB:081361091168 Email:cutnyawinsa@yahoo.com
aku benci…
aku rindu….
aku cinta…
Kepadamu….. sayang….!!!!
-di mana ada kembang di sana ada kumbang-
well taman yang bagus…
saya mau berburu kupu-kupu
tapi, agaknya tidak boleh menyentuh bunga-bunga
benar ya?
bunganya indah, sayang sama semua.
kalau berbeda tentu lebih berwarna
taman yang sejuk
membuat mataku mengantuk
sesekali bolehlah dikirimi kolibri,
sedikit kehilangan madu tak membuat taman ini hilang indahnya.
di taman ini, saya mau numpang tidur dan bermimpi
Palmerah, 29 Februari 2008
hidup adalah mati
mati adalah kehidupan yang sesungguhnya…
hidup dan mati seseorang bukan satu tapi esa
‘o. kematian yang selalu aku rindukan
biarkan aku duduk sendiri
di antara kamuflase duniawi
diam……..
terpaku…..
termangu…..
dalam suasana barzah alam kudus orang-orang yg telah mati
agar dapat aku meresap menjadi bunga-bunga kamboja
Tiada lain yg kupinta
selain mati di negaraku
hancur menjadi tanah
menyuburkan rumpai
memberi nyawa
kepada sekuntum bunga
yang akan dipetik
seorang kanak-kanak negaraku
apa yang kupinta
adalah untuk terus
bersama negaraku
sebagai tanah
rumpai
sekuntum bunga….
Malas
biar saja malas ini meraja
melajangkan gentar saat harap
yang tak bisa digarap
meski ingin lagi…
“brak!”
kalendar dinding jatuh
terselak hari ini, 14 Februari
dan aku lupa pada jejak yang semakin melumpuh
meski untuk sebaris cinta malas yang terlupakan….
*ZU
Hadi! Baca puisi ZU di “Ayo Berpuisi di Udara” yah…. ;D
Maria - Sinta
Anggun cara bicaramu
Tak meluluhkan hati yang mati
Dan nafas itu adalah hidup
Kau seret kebaya wana ungu
Semerah darah yang menetes perlahan
Dan aromanya buat terkesima
Di pangkuan ada ketenangan
Kekuatan yang tak terperi dari bumi
Memandangmu penuh ragu
Pahami lagi diri yang coba lari
Emosi yang menjejakkan cinta
Matamu isyaratkan sebuah sapta
** sebuah kekaguman atas keanggunan dan ketegaran kepada sosok perempuan yang memerankan maria dalam teater” jalan salib”
Malang, 14, Maret 2008
Terdiam termenung dlam kesunyiand.
Memandang bntang d mlam klam. .
Melht bulan diantrany. .
Trngt senyum mnizmu bgai bulan. .
Trngt lrkn bola mtamu bgai chya bntg yg pling trang. . .
Tapi, ,skrg smua hnylah knangn
Cnta yg ku nnti tak urung kmbli.
Cnta yg ku tunggu
Hanylah mimpi yg kuharap akn trcpai. .
Ku menunggumu brsama bntang.
Trbring ku dsini
Diatas rumpt hijau. .
Dbwah indhny tburan bntang. .
Mnkmati khylan cnta. .
Bersamamu
Ku yakin, .
Khaylan cnta ku tak akn sia”
Krna ku tahu cntaku
Bgai fjar dlm hdupmu. . .
Kenangan terindah diriku
Adalah saat ku mengenalmu
Semua tak bisa sempurna ktka kau tak brsamaku
Kisah yg tlah kta bgun
Akan trasa mendalam
Cinta yg tlah brstu antra kta ber 2
Kan selalu kusimpan dalam driku
Kau akn slalu dlm pkrnku
Takkan bissa trgntikan oleh sapa pun
Namun haruskah aku mnglknmu?
Stlah skiat lma aku mrasa
Kau tak menyyangi aku lgi sprti dlu
Ketika kau tak lgi dsmpngku
Haruskah aku prgi mnjauh dri cntaku ini?
Tak biasa dlm dri
Tuk melpaknmu bgtu saja
Nmun kngn kta terdahulu
Akan slalu trtnggl dlm hti ini
Selalu untk slmnya
sosok badan yang kecil dan tangkas
Dia adalah dia yang telah tiada entah dimana
Tapi dia selalu dikenang dan diingat dalam hati
Seyumnya …. bicaranya …… dan kepandaiannya
Dia adalah tokoh 1998 yang telah tiada dibunuh
Karena kebenaran dan keadilan yang diutarakannya
Kesederhanaannya membuat semua menjadi iri pdnya
Tapi aku bangga padanya dia adalah pahlawan Indonesia Yang berjuang untuk kebenaran dan keadilan
Dia adalah MUNIR …MUNIR …MUNIR
Pahlawan sejatiku ……….
kadang aku berfikir, mengapa ini semua terjadi. kupandang bintang awan menutupi,
kulihat malam penuh kehampaan,
kunanti fajar tak kunjung datang.
ku hanya berharap rembulan tak sembunyi
kereen cooyyy
percintaan senja
Bunga rumput kau selipkan
Pada riap rambutku
Di padang ilalang liar yang menguning
Adalah dandelion itu ribuan kuntum
Mekar seperti permadani emas
( Debaran hati…
Gerimis manis melonjak-lonjak
Seperti anak kecil minta mainan
…………………………………………………………………………………………………………………
Sepoi-sepoi angin merambah telinga
Membelai tubuhku mesra
Hujan biarkan tubuh kita
Jadi kanvas siluetnya
Meleburkan aroma tembakau khasmu
dalam bibirku yang ternganga
…………………………………………………………………………………………………………………
Titik air mendenting merdu
serupa gadis jelita bermain harpa
rinai hujan bawa lentik mataku
dalam perahu kebisuan
terbungkus legam kulitmu
dalam kemelut kubentangkan
ini senandung kasih di dadamu
…………………………………………………………………………………………………………………
( bunga rumput kau selipkan pada riap rambutku )
pada riap rambutku kau selipkan bunga rumput
kau selipkan di riap rambutku bunga rumput…..
bunga rumput….bunga rumput…
bunga rumput itu……
…………………………………………………………………………………………………………………
percintaan senja
mentari redup saksinya
………………………………………………………………………………………………………………..
my identity
Nurjanah Laila
Teacher
Jl. Pancoran Barat IX A Rt 07/04 No. 35 Jakarta Selatan 12780
Jemput aku di jakartaku
( Jakarta )
Kau janji jemput aku di kota ini
Dengan menumpang kereta hitam
Berhiaskan debu-debu hamparan sepi
Hmmm…
hanya itu yang kau ucapkan
Ketika aku memintamu
Tuk temani sunyiku
Hmmm…
Hanya itu yang kau ungkapkan
Waktu aku menyodorkan
Hatiku untuk kau isi dengan harapan
Dan kecupan-kecupan terpendam
( Mimpiku )
Stasiun Jatinegara
Kau lambaikan topi biru sebagai tanda
Bahwa itu kau
Ach…kau penyairku
Derapkan senyap yang pengap itu
Di lubang got
Aku menyimpan memori
Saat kau cetuskan itu dulu
( aku hendak memejamkan mata, beranjak ke dunia mimpi )
“ malam, perempuanku. Maaf kalau hari ini aku belum bisa melipat jarak. Tetapi aku ingin peta itu menuntunku pada sebuah kota di hatimu. Selamat beristirahat, dek…”
( Jakarta )
Jemput aku di kota ini…
nurjanah laila
Jl. Pancoran barat IX A Rt 07/04 No. 35 jakarta selatan
perempuan sarkem
perlahan perempuan pasar kembang
berteduh di sisi malam
menahan perih luka tanpa jemu
mengejar seluruh kelelahan
kesenyapan, keraguan
menunggu dekapan angin malam
yang bersemayam
di bibir pekat duka
yang menggila
perempuan sarkem
tersungging selarik senyum sinis
menyapa debu yang berkeliaran
ah…kalau saja waktu berpihak padanya
pasti sang perempuan manis bilang begini
padaku yang malam itu tak bosan mendengar celoteh pedihnya :
“ kekasihku pergi…
hanya dengan menjadi perempuan malam
kubisa melenyapkan sendu
berkawan kumbang malam
yang tak henti menggauli
tetapi…adakah cinta
seperti kata penyair Rumi, dahaga yang sempurna, air kehidupan ?
perempuan sarkem
jogja kotamu
kini tak ramah lagi
(antara) rindu (dan ) ragu
ada rindu yang merayap pada menit pertama
setelah itu mungkin letihku menghanyut awan perih
selewat itu boleh jadi keraguan menggelayut
di batang sepi
from Nurjanah laila
” cahaya surga di waktu malam”
episode daffodil
senja meneduhkan binar senyumnya
tiba-tiba daffodil itu merentangkan kelopaknya,
terbayang manja pelukan bulan tadi malam
sementara hari perawan buncah berbunga
ditingkahi alunan genit pipit bercericit
malam wahai malam
bawakan ruang cinta buat sang dara…
From Nurjanah laila
” cahaya surga di waktu malam “
ketika rinduku berlabuh di matamu
Ketika rinduku berlabuh di matamu
Senandung pipit memukau batinku
Menadadendangkan syair ma’syuk
Terlena daku
Kau sedot aku ke labirin matamu
Manjaku , anganku
Berkelana menuju sumbernya…
Adakah engkau yang menjelma
Yang memanifestasi dalam cahya keindahan
Kau…seperti mimpi dalam mimpi !
Tak berwujud , tak berbatas…
Inginnya aku berenang di sungai surga
Kau tak terkatakan , tak terbayangkan…
Mentari cintaku tlah berlabuh
Menuju kerinduan yang menua…
Jakarta , 10 Mei 2005 , 19.06 WIB
” cahaya surga di waktu malam “
Satu Episode Senja di Malioboro
tertegun aku menatap kendaraan berseliweran
mbok pecel, mbok gudek
penjual jadah, cincin , penjual batik
ada pula bakul jamu…
Perempuan-perempuan tua yang ramah
memamerkan gusinya yang merah
terbalut daun sirih
Malioboro
terlintas bayangan mentari ringkih
memeluk senja yang makin tergores ke pinggir
Malioboro
Andong tua menunggu penumpang
dikomandani kakek renta tujuh puluhan
bercucuran peluhnya
diusap dengan handuk lusuh…
akhirnya aku naik saja
( tanpa ragu-ragu , walau pasti lama sampai tujuan )
katanya sambil menyeringai :
“Alkhamdulilah. Non , penumpang pertama ….”
Di wajahnya yang lelah dimakan usia,
kubaca rona gembira
“ Mau kemana, Non ?”
“ Stasiun Tugu , “, Pak !”
tak lama kemudian aku tiba
kuberi selembar uang duapuluh ribuan
sambil berkata :
“ ini , Pak. Kembaliannya ambil saja. “
serasa tak percaya, senyumnya sumringah
“ Alhamdulillah, Gusti Allah. “
Mata keriputnya sejenak menatap langit jingga kemerahan
Bibirnya hampir tak kuasa mengucap
Sampai akhirnya kudengar ia menukas: “ Matur nuwun, sanget….”
Biar Non murah rejeki, panjang umur dan panjang jodoh. Amin…..
Malioboro kutinggalkan
Tetapi esok kelak kan bersua
Tempat hatiku terpaut dalam desir rindu
Malioboro, Malioboro……..
From Nurjanah Laila
( jogja yang kucinta walau aku belum pernah ke sana…
Perkawinan Alam
air terjun luruh ke dasar
putih layaknya selendang pengantin
bening bersih suci
kembali ke fitrah
rerumputan hijau tebing coklat
seperti lelaki gagah
melindungi mempelai wanitanya…air terjun
pohon, bunga, burung,
angin, awan
semua menyaksikan akad nikah
antara tebing kukuh
dan air terjun yang lembut namun tegar
mereka menyalami keduanya
di pelaminan raksasa
yang bernama alam semesta
lalu berkata :
“semoga kalian berdua bahagia…”
From Nurjanah Laila
( never ending love story… )
waktu
Tuhan,jangan biarkan waktuku terlewat
seperti jarum jam yang berdetak
seperti kereta yang mengejar gerbong kesepian….
Tuhan,mungkin jika saatku datang
ku kan tersenyum di pelupuk malam
tertidur di pangkuanMU…
Tuhan,berikan aku rumah bagi jiwaku yang ringkih dan rapuh
biarkan kubersandar di pelukMu
menikmati kudus bibirMU…
From Nurjanah Laila
( cahaya surga di waktu malam )
Penyair Malam
( untuk E.R.)
kau ledakkan dadaku dengan peluru rindu
yang membuncah sepi
melesat menukik mimpi kabut
penyair malam, kekasihku
aku hanya cinta kamu
( andai kamu tahu … )
setelah itu
peri kegelapan bersolek
dan menghiaskan lipstik tebalnya
di bibir malam
juga bulan yang diam-diam mengintip
cumbuanmu pada gelisahku…
penyair malam, di matamu
sekilas,
ada kesenyapan yang menggunung sendu
mengapa kau tak kau lepas saja
di gunung berbatu
atau tetaskan di hamparan ilalang biru
penyair malam,
mengapa
kau ombang-ambingkan aku
dalam sekerlip gamang yang terapung
di samudra dusta
cukup…..!
Nurjanah laila
( i love u, my jogja…
senen di stasiun senen
suatu senja di stasiun senen,
hari senen yang manis
tetapi agak gerimis
( di hati mereka juga…
berjumpa
untuk kemudian berpisah
ke jogja, sebentar lagi kereta tiba
peron menunggu
(ada yang berubah…
suatu senja di stasiun senen
ada dua pasang hati yang sesak
penuh galau , ceracau, runyam
jumpalitan , akrobat, kacau !
penuh kepenatan…
4 orang manusia
yang kumpul bareng
tapi jiwa mereka sedang bermonolog
seperti satu manusia ga waras yang ada
di samping mereka
( ngoceh sendiri …
( kata salah seorang diantara mereka, seorang pemuda : aneh ya, pacaran di stasiun…seramai inikah senja di stasiun tugu mas ? tanya sang dara yang duduk di sampingnya. ya tho dhek, ada band jazz, reggae, rock. tapi yang pasti ga sekotor stasiun senen. di sana bersih dan rapi. oya ? jawab si dara manis lagi. )
agaknya percakapan itu harus segera usai
senja perlahan memeluk dewi kegelapan
yang menjuntai remang-remang
kereta progo tiba
menjemput sepasang jiwa
melambai mesra
ada yang perih
terluka
berduka
gerah
pukau tak sanggup
mendesah lagi
lenyap
senyap
hilang
ahhhhhhhhhhhh………
sudahlah
sudahi saja
sudahlah
lepaskan saja
sudahlah
hapus air mata
sudahlah
jangan ingat lagi
sudahlah…
log off !!!
derit rel kereta makin terdengar menjauh
ada sepasang lagi
yang tertinggal
entah
kenapa
ada apa
mungkin ini jalan terbaik
mungkin itu sudah suratan
sejuta mungkin menyelusup di benak
ahhhhhhhhhhhhhhhhh……………
senen di stasiun senen
( Nurjanah Laila )
never ending love story….
dip…. dah dulu ya, sampai jumpa besok, aku lagi ga ada ide nih….bantuin dunks !!!
Kembali….
Biarkan jasad hinaku Berbaur dengan tanah
Agar dapat ia ber-renkarnasi menjadi mawar
Ya…!!!, sekuntum mawar merah yang tumbuh subur di taman surgaloka
Yang suatu ketika, kelopaknya akan dipetik oleh seorang perempuan cantik seperti engkau… duhai ummul mukmininku.
Biarkan tubuh kurus keringku ini
Menyatu menjadi satu kesatuan organik dan kompos
Supaya dapat menyuburkan lumut-lumut hijau kuning
Biarkan ia terus bermetamorfosis melebur ke dasar bumi
Bersama citranya menjadi saripati-saripati murni
Supaya ia dapat kembali menjadi seorang pencinta lagi
Seperti sang Adammu yang dulu….
‘O,… Kematian nan kudus
Bak, kasidah rembulan malam sepuluh purnama
Di mana bintang gemintang menari tarian sufistik
Sajak-sajak yang selalu bersembunyi dibalik mukenah kenyataan
sendiri aku….
beselimut kiswah-kiswah suasana barzah
‘O,… Engkau yang laksana hantu
Tidak tahu kapan datang dan pergi…..
Ini nyawaku, genggamlah sekuat cakar-cakar elang perkasa
Ini rohku, renggutlah dari dadaku
Untuk engkau kembali kepada sang maha pemilik maha.
Karna, kehidupan sesungguhnya adalah kehidupan setelah mati.
Nama…???
Namaku tidak ada
Di dalam abjad romawi tidak tertulis di batu nisan sansekerta
Apalagi tertera di perasasti-perasasti purbakala
Tidak juga tersimpan di balai pustaka para ilmuwan
Namaku tidak terdaftar di notebook anak-anak ingusan
Tidak tertelaah di dalam puisi, sajak dan syair kaum pujangga
Tidak ada tercantum di paragraph dan alinea kata pengantar sastrawan
Namaku juga tidak terangkum bersama lirik-lirik lagu terpopuler
Apalagi di antara tembang-tembang malam berjelaga
Serta tidak tersimpulkan oleh siapapun………..
Jika ada, itu nama-namaku yang lain
Jika ada, itu nama warisan dari ibu bapaku
Jika ia tidak mengetahui…..
ia tidak mengetahui siapa namanya….
Jika ia mengetahui…???
Niscaya ia mengetahui perkara “AKU”
Mahasuci tuhanku yang menciptakan nama itu………
(sahadat jawaban sebenarnya siapa nama kita itu)
puisinya bagus bang darwin
Perkawinan di Kana
Seperti kau tahu, sepasang burung
hinggap pada semi dadaku. Bersarang,
dan sesekali mematuk kuncup luka.
Lalu lenganmu, pokok ara itu.
Tak berbuah namun rindang
: naungan yang kadang kurindu
Dan kau pun dengar; betapa keciap
lapar, betapa tak siap kita sadar.
Musim selalu berubah dan benih
berkecambah. Ah, di tanganmu
juga telur-telur di sarang rekah.
Lihatlah, ada nama yang kekal
di batang ara. Nama yang bakal
memberitahukan sebuah rahasia
luka; bahwa itu sebenarnya cinta.
Seperti perkawinan di Kana,
bibir pengantin ini menunggu
cecapan anggur pertama
: darah dari lukamu yang baru.
2007
Sepatu Adam dan Hawa
1/
Perjamuan buah belumlah lengkap,
tiba-tiba terdengar sesuatu berderap
“Suara apakah itu, Adam?” Hawa ketakutan
Adam yang tanpa seluar tak berani keluar
“Entahlah, Hawa. Sebaiknya kita diam saja.”
Di depan pintu surga,
dua pasang sepatu tengah diletakkan.
Hawa dan Adam semakin erat berdekapan,
Sang Ular mendesiskan kata,
“Waktunya telah tiba!”
2/
Tuhan telah mengajarkan
berbagai macam kata benda
kepada Adam, tapi benda yang ini
belum pernah dia temui.
“Itu adalah sepatu,
pelindung kakimu.
Sebab kalian berdua
akan berjalan sangat jauh.”
Maka segeralah Adam berlatih
menggunakan sepatu, sedangkan Hawa
belajar memahami bahwa kiri dan kanan
adalah dua sisi yang menyatu.
3/
Sesaat setelah berkumpul di bumi,
kepada Hawa, Adam meminta
merawat sepatu-sepatu mereka,
“Kau yakin kita akan
berjalan kembali ke surga?”
bertanya Hawa
Adam mulai menyemir sepatunya
2007
kiamat untuk kita
I
aku butuh biru tuk menggambar bumi ini
dan dirimu yang kan menjadikannya
helai rambut basahmu menjadikanku tanah longsor yang tak lagi diikat akar
tubuh tegapmu menjadikanku pohonjati tua yang tak terjamah para penebang liar
langkah bisumu menjadikanku buih ombak pantai yang terus menerjang kuat tembok rumah
para nelayan
yang hasil tangkapannya tak laku dipasar
jemarimu buatku merindu ranting musim semi yang menggendong pucuk daun baru
yang kan menurunkan embun dingin dipagi bisu
II
aku butuh hitam tuk menggambar laut ini
dan hatimu yang kan menjadikannya
parasmu menggambarkan laut yang jahat dan galak
ketika purnama bertamu di punggung malammu
bermain catur dengan banyak bidak
dan tak satupun yang berhasil bilang skakmat
terlungkai lemah sukmamu ketika bumi ini siap sudah memuntahkan semua
hatimu dan badanmu yang menjadikanku penggambar kematian ditanah katakata ini
menjadikan tangisku meluap layaknya lumpur
gunung bergetar seperti ibuku yang menangis tersungkur
dan tewas sudah biru hitam pewarna kata
merantai aku dan kamu dibungkam lara
24dec2007
alodya
alodya menggapai cinta
setangkup kecewa terlepas
dari genggaman hati
menyeruak pergi
sendiri siksa nurani
alodya,
seumpama lembayung senja
alodya…alodya
alodya II
alodya,sekuntum rindu
aku dekapkan ke dadamu
manja suaramu
panaskan hasrat kelelakianku
alodya,perawan senja
lenyapkan luka
alodya…alodya
menanti cinta
alodya III
alodya, kuncup mawar
tenggelam di manis bibirmu
lara hati beranjak pergi
tanpa terusik mimpi pagi
alodya, kekasih rembulanku…
alodya IV
alodya, terbanglah engkau ke bukit-bukit di hatiku. sayup semayup kudengar tangisan rindu menderu di matamu nan kelabu memusat lesu. lagukan dendangkan nyanyian biru tentang kasih terhapus beku. lunglailah sudah manyar di sarangnya seperti jiwamu yang merona luka. alodya,peluk jiwaku sekali lagi….
alodya
alodya menggapai cinta
setangkup kecewa terlepas
dari genggaman hati
menyeruak pergi
sendiri siksa nurani
alodya,
seumpama lembayung senja
alodya…alodya
alodya II
alodya,sekuntum rindu
aku dekapkan ke dadamu
manja suaramu
panaskan hasrat kelelakianku
alodya,perawan senja
lenyapkan luka
alodya…alodya
menanti cinta
alodya III
alodya, kuncup mawar
tenggelam di manis bibirmu
lara hati beranjak pergi
tanpa terusik mimpi pagi
alodya, kekasih rembulanku…
alodya IV
alodya, terbanglah engkau ke bukit-bukit di hatiku. sayup semayup kudengar tangisan rindu menderu di matamu nan kelabu memusat lesu. lagukan dendangkan nyanyian biru tentang kasih terhapus beku. lunglailah sudah manyar di sarangnya seperti jiwamu yang merona luka. alodya,peluk jiwaku sekali lagi….
from Nurjanah Laila
jakarta selatan
KASIHKU
Ditengah kesunyian malam kusendiri,,,
Kulihat sang rembulan yang begitu indah di atas sana
Kuteringat sosok kekasihku karenanya
Dia,,, seakan tersenyum melihatku.
Oh…kasihku….
Bersinarlah,,, dan terangilah hatiku ini.
Dengan sinar cintamu yang begitu indah
Bagai sinarnya sang rembulan,,,
Yang tak pernah lelah menerangi bumi ini.
Kasihku……
Aku sangat rindu padamu…
Apakah kau meraskan hal yang sama..??
Seperti yang kurasa saat ini.
Kasihku…..
Kuingin selalu bersamamu….
Selamanya…….
This text is a copyright content, please ask permission from the author. Or contact YM : kemu_dian for more information.
Secured by anti copy paste Kemudian.com, close page from Kemudian.com to enable the Copy Paste function
Aku Suka Cinta
aku tidak ingin luka
di hatiku
di hatimu
aku hanya ingin cinta
di hatiku
di hatimu
dan hatinya
-Minke W.H-
salam kenal semuanya……….
penyiarnya sapa sih…?
namanya Deepee, penyiar, dan pengarang juga. kabarnya masih jomblo lho….
ayo bikin panas dengan diskusi……..
diskusi apa mas?
deepee?
dia pny blog gag?
Assalamualaikum Wr WB
Sekarang kita lagi lapar
Kenapa Bisa lapar??
Jangan jawab dengan “Takdir”
Sekarang kita lagi miskin
Kenapa Bisa Miskin??
Jangan jawab dengan “Takdir”
Takdir
Takdir
Jalan keluar begitu banyak
Kenapa Takdir yanga kau lalui
Bukannya kau pinta Jalan Yang “Lurus”
Disini Bimbang
Disana Cemas
Disini Gila
Disana Lebih gila..
Lemparkan Egois
Tancapkan Ikrar “Cinta”
Dan sampaikan Padanya
Aku Punya Tuhan…..!!!!
deepee tak punya blog sawqi. emangnya napa? sawqie ngefans ya sama deepee?
dunno
suaranya enak aja
makanya jadi penyiar x ya?
Suara deepee asyik, mengingatkan aku pada seorang penyair tua. btw, shawq chat yuk. ym kamu apaan sih?
Masih Ada ya????
Lesuh Kini Dunia
Sedangkan Dunia Mulai Bosan
Dengan Tingkah Laku Manusia
cukup sudah awan mengitari langit
embun pun hanya melengkapi pagi juga lembab
sementara tapak-tapak kaki yang kosong mengitari
jalanan tanpa alas
Aku bingung pada tanah, kenapa hanya diam!!!
Bintang dan bulan bgitu indah bersama malam,
matahari terus memberikan cahayanya,
Untuk makhluk yang hina dengan hati yang busuk
sampaikan salam buat Alam
ym: jsyauqi sabu
tapi gag tiap hr ol sih
permisi kawan2
numpang tenar ya!
BBM naik lagi, rakyat pusing lagi
kenapa BBM naik lagi?
karna harga minyak dunia naik lagi katanya
katanya pemerintah kita pintar!
katanya pemerintah kita cerdas!
katanya pemerintah kita membela rakyat!
katanya pemerintah kita peduli!
ternyata cuma ngurusin minyak aja
mereka ga bisa
dan butuh bantuan dari uang rakyat miskin
Hahaha, demikianlah agakny apemerintah kita bang ryan.
Tahniah… untuk teman2 di Pamulang FM… selamat bersastra di udara.. Salam buat : Hujan
dari : Komunitas Puisi Malam Pro2FMedan
( Komunitas Pualam )
Patah hati
hati patah
patah hati patah
hati patah hati
patah patah hati
hati hati patah
patah hati
patah nyali
patah
pasrah
parah
nyeri
hati patah
hati sudah
hati pasrah
hati susah
kukunyah enyah
patah hati
patah nyeri
deepee, cieeee….punya pengagum niye…..emang suara deepee seksi, bikin cw klepek2 gemana geto……hehehe…..seksi tapi bukan seksi repot ato seksi keamanan lho….
hai minke..qt ketemu lg disini ?
aduh seneng banget di bilang punya suara seksi, jadi GR, merah merona, terbang ke awan nih. buat sawq maaf, ya aku gak punya blog tapi kalo mo ngobrol-ngorol lebih banyak kirim e-mail aja, ya
(pena_dee@yahoo.com
gila deepe,,
banyak kali yng ngefans,, wah lumayan ukm sastra jadi tambah koleksi artis,,mau dong di kenalin…!!!
Bonus
Sekarang waktunya bonus
Bonus apa yah..??
Apalagi yang jadi Bonus
Bonus kok sekarang,!!??
Sekarang kita dalam area bonus
Tolong bagikan,..!!
Yah,,bagikan bonusnya
loh,,, jangan dia yang di kasih !!!
Bukan yang sana..!!
Bukan Bapak yang satunya lagi…!!
Bukan yang sebelah kiri,,
Sebelahnya lagi..
loh kok dia,??
Perasaan tadi bapak memakai baju merah, kok sekarang baju putih !?
Ah kalau begitu berikan Bonusnya pada yang Bapak yang g pakai baju itu, !!!
yah yang itu !!
Boleh deh sekalian wanita yang tak memakai baju itu, aku suka melihatnya !!!
Tapi kalau pipinya memerah, berikan dia sapu tangan dan suruh dia menutup mukanya!!!
Selamat Anda Yang Membaca ini pun dapat Bonus !!!
Puisi Dari
mr.gokils,,
kalau mau,,bikin puisi dulu yah?!!
bukan alas dikali tinggi lalu dibagi dua
jika cinta adalah segitiga
rumusnya pun berubah
hati terbagi dua
sebelum diterimanya
perasaan yang nyata
aprl2008
deepe emang manisss …..hehehe…walau bukan gula, selamat dikerubutin semut, eh penggemar. deepe tuh baik lo,penyayang ramah dan tidak sombong..hahaha…
selamat menikmati
Menu kita hari ini adalah,sosial dan politik…
bumbu penyedapnya adalah Seni dan Budaya..
Pencuci mulutnya,gosip lah…
wah…takkan hilang jiwa pengembaraku
untuk air, beras, juga lauk…
slamat makan buat semua yg sedang makan
kalau blm makan, makan gih…
jangan mengeluh…
kalau blm bisa juga,,,ayo rame-rame,ke kantor dpr..minta beras..
lapaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar
ah, si mr gokils kelaparan rupanya….
kalau mau beras, jangan ke dpr. pergi ke toke beras…
kalau tak diberi, jarah saja….
gitu saja kok repot
gada judul
opiumopium cintamu buatku mencandu
untung saja kita masih bisa bicarakan dunia
dibawah merawan yang tumbuh puluh tahun lalu
mengenang padma yang berkembang kemudian layu
dunia apa yang kita perbincangkan kali ini
politik atau ekonomi
sosial atau seni
duniaku atau duniamu
mungkin saja sajaksajak cinta dan mimpimimpi indah
dapat masuk kedalam perbincangan kita
apakah cukup buatmu gembira
apa sudah lama kita tinggalkan logika
may02.07//shawq
Bukan karena bunda
tapi Karena Rezim
Kenapa hanya rezim
coba kita cari..siapa rezim…
tuk bilang malam
kau harus lebih terang
tuk bilang siang kau harus
melewati sang malam
dengan tanah yang kurang subur
kita kan mati tanpa nama
Pupus Cita
Pupus sudah tinggal pupus
Cita ku jauh terhapus
Buruh selamanya buruh
Asa ku teracuh
aku jadi kelu
kian kelu
Hancur…………
Hancur…………
Hancur hati ini melihat penderitaan mereka….
Hancur hati ini melihat para penguasa buncit…..
Menangis………
Menangis………
Menangis jiwa ini mendengar tangis bayi kelaparan…
Menangis jiwa ini mendengar tawa penguasa sadis…
?????
Aku hanya bisa termangu…..
Termangu dalam gelapnya dunia….
Dunia yang begitu bobrok
Begitu Sadis
Begitu Tuli………
?????????????????????????????????????
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
?????????????????????????????????????
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
????????????????????????????????????
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
………………………………………….?????????
jentik jari sekejap
semua berubah begitu cepat
semua hilang ala kegundahan
tak lagi ada yang di pustnya
berkumpul tanpa daya guna
semakin terjepit di tepi
risau menunggu waktu sambil meracau
gerak langkah semakin lambat
dan haru mengakhiri debu yang tebal
yang belum sempat dibersihkan dari wajah
jariku masih kaku adikuw
aku tak mau berjalan hari ini
sampaikan salamku buat orang-orang yg mengenalku
sampaikan, kalau aku masih tetap semangat
untuk terus berjuang
semangat!
semangat!
semangat!
Segumpal sakit dihati tak bisa ku sirnakan
nurani memaksaku tuk tegar hadapi dunia yang semakin menjepitku
aku tau aku dewasa namun kenapa kenyataan sadarkan akan kecilnya diri ini
hari ini
hidup menantangku dengan kehebatnya
aku perlu kekuatan
aku perlu dirimu
aku memerlukanya
jakarta dipenuhi pelacur
jakarta dikepung pelacur
jakarta dijajah pelacur
jakarta tenggelam oleh pelacur
jakarta jadi pelacur
nongkrong, di istana, gedung dewan, monas, kramat tunggak, loket kereta, bank, kampus, kantor polisi, pengadilan, kolong jembatan hingga mal,
hujan itu air
yang selalu membuat
hati kita ikut mengalir
hujan itu cinta
yang mesti disukai
kehadirannya
hujan itu romantis
namun terkadang
membuat kita menangis
hujan itu. . .
hujan,hujan,hujan,hujan. . .
shiva
aku duduk di kursi goyang
menunggumu datang
jauh rindu ku tanam
jauh cinta ku simpan
sampai fajar bersembunyi di lautan
masih terlintas bayanganmu
sampai aku terlelap
puas…
shiva
disini kutitipkan kemarau rindu juga kemarau cinta
slm
kosong
malam ini tak ada deretan puisi
hanya ilusi barisan mimpi
mengatup di rongga mataku…
aris
aris ,
dahaga mimpiku
kau jamah dengan api cemburu
berkilat-kilat luka
berdegup di matahari kasih
senyapku-sunyimu
sendirimu-aku tak berkawan
cuma cerita
pelepas dahaga ,alam
aris,
puisi manisku…
zzzzzzzzzzzzttttttttttzzzzzzzz!!!!!!!
jangan berisik di dalam kamar,,,
ad mama lagi tidur,,
jangan berisik di kamar mandi….
tetangga marah-marah,,
jangan berisik di taman depan,,
yang pacaran terggangu,,,,
sana klo mau berisik di gedung DPR..
Bunda
Anak mu merindu
Anak mu ingin bertemu
Bunda, air mataku menetes lagi
tetesannya kali ini tidak menyentuh bantalku
tetesannya terbawa angin menuju pulau sulawesi
Hinga tidurku selalu terbayang, kapan aku bisa memanjakan diri lagi bersama senyummu…!!!
Bunda, aku yakin do’a mu selalu ada untukku..
Bung,
kau getarkan semeru, dan gaungkan majapahit hingga ke dunia
kau lempar si kaya dan perjuangkan si marhaen yang nisat
suaramu bak guntur membelah cakrawala
di dadamu, indnesia terpampang jelas mengisi langit
peta dan rencana adalah dua sisi yang menjadi arti
dari segala garak lakumu
kau singgahi ende, parapat, bengkulu
kau jinakkan fasis-fasis tunduk di kakimu.
seribu tahun, belum tentu lahir lagi putra fajar, semerah engkau!
aku
hilang
dalam peluk
kenangan yang jalang
2007
Ada rencana Ayo Berdua akan menerbitkan antologi puisi bersama. apakah ada masukan dari teman-teman?