Pabrik Paku

Oleh: Harsutejo
Seperti telah dijanjikan tepat jam sembilan pagi pak Marta Widjaya telah sampai di kantor Darto. Dengan sedan BMW mereka  meluncur ke pabrik paku di kawasan industri. Ini merupakan kunjungan Darto pertama sebagai pejabat bank ke pabrik itu. Pekerjaan tambahan sebulan sekali ini merupakan selingan cukup menarik baginya dalam lingkaran pekerjaan rutin di belakang meja, [...]

Saksi Mata

Oleh: Seno Gumira Ajidarma
Saksi mata itu datang tanpa mata. Ia berjalan tertatih-tatih di tengah ruang pengadilan dengan tangan meraba-raba  udara. Dari lobang pada bekas tempat kedua matanya mengucur darah yang begitu merah bagaikan tiada warna merah yang lebih merah dari merahnya darah yang mengucur perlahan-lahan dan terus menerus dari lobang mata itu.

Tukang Sablon

Oleh: Hujan
Saiman masih duduk menatap screen  berbingkai dan rakel  yang menempel di tembok kiosnya. Sudah delapan bulan musim kampanye kali ini berlalu, namun  belum ada satu partai pun yang memesan keperluan kampanye. Padahal, kampanye kali ini berbeda dengan musim kampanye yang sudah-sudah. Selain lama waktu yang menggunakan perhitungan wanita hamil, yakni sembilan bulan, kampanye kali [...]

Bau Hujan

Oleh: Novel
Pagi-pagi buta. Melalui lubang jendela. Aku merasakan ada sesuatu yang masuk dengan lembut. Terlihat tirai jendela yang selalu terbuka, tersibak pelan, lalu sesuatu itu sampai di hidungku. Wanginya sangat khas. Wangi hujan. Aku kenal betul dengan wanginya. Meskipun ia sudah lama tidak menyapa, tetapi aku tidak akan melupakannya. Karena aku menyimpannya di sebuah kotak [...]

Aku, Omar Hen

Oleh: Hujan
Aku, Omar Hen
(sebuah apologi)
Pelarian ini begitu melelahkan. Betul, kupikir-pikir demikian. Aku, Omar Hen, bapakku langit dan ibuku bumi. Puluhan tahun aku sudah berlari, melarikan diri dari identitasku sendiri.
Aku sudah lelah untuk berlari dan sembunyi. Tapi kenyataannya, sekarang aku sudah letih. Dan tak punya semangat lagi untuk melanjutkan kesendirianku.
Aku kesepian. Di dalam pelarianku, aku kesepian. [...]

Curahan Jiwa Kembang Pasar Kembang

Oleh: Laila
Bunyi musik dangdut menghentak gendang telinga.  Bau asap rokok dan ceracau celotehan para pemabuk  yang mulutnya bau alkohol menjadi makanan sehari-hari.  Di tempatku  Pasar Kembang dahulu kala.  Tempat orang berjualan kembang untuk ziarah. Kini menjadi tempat orang berjualan ’ kembang ’.  Sepertiku ?  Ya, sepertiku……. Aku  primadona sarkem. 

Jubah Kebenaran

Oleh: Hujan
Entahlah, bagaimana mungkin aku bisa meletakkan kebenaran dan kepalsuan di dalam satu jubah? Aku tak bisa menjawabnya, sama seperti aku tak bisa menjawab apakah alasan Rianti menghianati Drajat dapat dibenarkan atau tidak.
Perempuan itu baru saja datang padaku. Dengan mata yang sembab dan kuyu dia mengadukan perlakuan yang baru saja diterimanya. Oh, perempuan yang malang. [...]

Ketika Cinta Diperdebatkan

Oleh: Nurjanah Laila
“  Cinta  ?  Tahu  apa  kamu  tentang  cinta  ?  Cinta  itu  absurd ,  ilusi  orang-orang  bodoh  yang  tak  punya  harapan.  Khayalan  sesaat  yang  nggak  bisa  dibuktikan  eksistensinya.  Bagiku  cinta  itu  tak  ada.  Cinta  itu  dongeng  pengantar  tidur.  Hanya  melenakan  saja.  Fungsinya  sebagai  tempat  sampah  para  pengagumnya.  Pembuat  puisi  cengeng ,  penyanyi  melankolis  dan  [...]

Reportase dari Karnaval Mayat

Oleh: Hujan
(Untuk saudaraku yang telah diamukombak. Yaa Tuhan, beri mereka tempat di sisi-Mu)
IRING-IRINGAN mayat itu terus melangkah dengan anggun! Setiap tempat yang disinggahinya selalu ada saja yang berpartisipasi untuk ikut di dalam konvoinya. Menakjubkan! Mayat-mayat itu mengapung dalam kediaman yang anggun, kaku, pasrah. Mayat-mayat memenuhi pantai, mayat-mayat membanjiri jalan. Mayat-mayat menerobos kota. Benar-benar sebuah karnaval [...]