Kolom: “Esai dengan Gaya”

Oleh: Farid Gaban*
PENGANTAR
Dalam dunia sastra, esai dimasukkan dalam kategori non-fiksi, untuk membedakannya dengan puisi, cerpen, novel dan drama yang dikategorikan sebagai fiksi.
Membuka halaman-halaman koran atau majalah, kita akan menemukan banyak esai atau opini. Tulisan-tulisan itu punya karakteristik sebagai berikut:
-    OPINI: mewakili opini si penulis tentang sesuatu hal atau peristiwa.
-    SUBYEKTIFITAS: memiliki lebih banyak unsur subyektifitas, [...]

Selamat untuk Rizal

Inilah dia, salah seorang perintis Kompak yang ikut diwisuda pada Rabu, 12 Desember. Yusrizal yang merupakan mahasiswa Tehnik Mesin 2000 akhirnya berhasil menyelesaikan salah satu tantangan dalam hidupnya.
“Gua berhasil menenggelamkan Jakarta,” ujarnya beberapa saat setelah diwisuda.

Pembakaran Buku, Gejala TerbentuknyaNegara Fasis (Gaya) Baru

Oleh: T. Arif (Mahasiswa Fisip UBK, 2002)

PEMERINTAH kembali melakukan kejahatan terparah dalam sejarah peradaban manusia. Setelah sempat menghilang, aksi pembakaran buku kembali dilanjutkan. Pembakaran buku-buku sejarah yang tidak mencantumkan Partai Komunis Indonesia (PKI) di belakang peristiwa G30S kembali terjadi di Sleman. Tak kurang dari 8.993 buku sejarah yang mengacu pada kurikulum 2004 itu dimusnahkan [...]

Berguru dengan Nonton Film Gestapu=Ditipu

Oleh: Hujan
PADA waktu duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar, saya pergi ke bioskop H di Kota M. Kurang lebih tahun 1994 peristiwa itu berlangsung. Dengan uang senilai Rp 250 yang diwajibkan pihak sekolah, saya pun akhirnya berangkat juga ke bioskop bersama teman-teman lainnya. Sebab ketika itu memang ada kewajiban dari sekolah inpres negera untuk [...]

Mahasiswa Keok di Tangan Hakim Over Gizi

Surabaya, 25 September 2007
Oleh:
Subagyo
(Aliansi Pembela Rakyat (APR)
Selasa, 25/9/2007, tiga mahasiswa ITS (Yuli, Tomy dan Benny) yang menggugat
rektornya diputus ‘keok’ oleh hakim PTUN Surabaya dalam perkara No.
57/G.TUN/2007/PTUN. Sby. Gugatan mahasiswa dinyatakan ‘TIDAK DITERIMA’, (beda artinya dengan DITOLAK).

Amnesia: Aku lupa Ada di mana

Lama-lama aku merasa ada di dalam kandang kambing
Bukan, kandang domba,
Ah, bukan kandang sapi
Aih, bukan juga, barangkali kandang kerbau
Alamak, kayaknya bukan, aku bukan sedang di kandang

TRIP

Setahun lalu….
Si David isap rokok, asapnya berbentuk jantung
Si Pongki bikin puisi, judulnya Lumpur Lapindo
Si Dodol main lagu, judulnya kapan-kapan,
Aku coret-coret tembok dengan gambar-gambar seronok
Mulai dari tampang presiden, sampai adik kecil di dalam celanaku

Persidangan Bajingan Saiman

Oleh: Hujan
Sidang dibuka kembali. Saiman, sang terdakwa terduduk lesu di kursi yang penuh hujaman hujatan mata hadirin dan tentunya keluarga korban. Semua tertuju pada setiap gerak laku Saiman yang masih menimbulkan banyak tanda tanya dari para tetangga. Bagaimana mungkin lelaki paruh baya yang baik itu tega melakukannya…

Waktu ke depan

Oleh: Veronica
Dari waktu ke waktu yang kau kayuh
Dari udara yang bisa kau genggam
Kita akan larut dengannya
Begitu banyak waktu berlari
Begitu banyak suka duka yang mengguncangkan hati
Banyak yang terlupa dan harus dilupa