Ditulis pada Juli 22, 2008 oleh kapasmerah
Sejumlah puisi karya Minke WH*
Sumber: RUMAH KACA, ranah sastra merdeka, Kamis, 10 Juli 2008, 10:28:23 WIB
Pengemis Lampu Merah
pengemis lampu merah itu marah
karena Tuhan mengirim hujan
orang pun tiada berlalu lalang
dia memaki menghibur diri
ingin nasi tapi tak terbeli
kecapean…
lalu menangis sebenar-benarnya tangis
kilat tak mau telat
membuat ia tunduk bukannya takluk
dalam kedinginan ia berguman
“KALAU SAJA AKU INI TUHAN, AKAN KUGANTI [...]
DIarsipkan di bawah: Puisi | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Juni 22, 2008 oleh kapasmerah
Oleh: Hujan
Pernah suatu masa
Ketika matahari begitu dipuja-puja
Semua alam begitu berharap pada sinarnya
Sekalian alam menjadi gelap dengan sirnannya
DIarsipkan di bawah: Puisi | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Juni 1, 2008 oleh kapasmerah
Oleh: Marco S
Ya Tuhan, kami berbeda
Dalam firman-Mu, sudah keharusan, bahwa kami berbeda
Ya Tuhan
Kami tak mau bersatu
Meski di firman-Mu kami mesti bersatu
Ya Tuhan
Demi keseimbangan alammu
Jangan seragamkan kami
Biar kami menjadi warna-warni kami sendiri
Perkenankanlah Tuhan
Amin!
DIarsipkan di bawah: Puisi | 1 Komentar »
Ditulis pada Mei 9, 2008 oleh kapasmerah
“..dan ketika kau mau mempelajari peta peradaban dunia, lihat pada kisah samson dan delilah! di sana tak kan kau temukan kata-kata tuhan, yang meracau sendiri di antara teriakan maasif tentara romawi:”elli, elli, lama sabachtani?”
dan dunia hening sudah. tak ada lagi lepra, tak ada lagi kemiskinan dunia. yang ada hanya cinta yang merekah di mana-mana… (satiris [...]
DIarsipkan di bawah: Puisi | 1 Komentar »
Ditulis pada Mei 8, 2008 oleh kapasmerah
Oleh: Robby TW
antara lamun bawah sadarku
ada kamu di lamun itu
bayang manis wajah itu
menusuk kalbuku rindu
meneteskan darah keluar tubuhku
mengguncang jiwa sukmaku
DIarsipkan di bawah: Puisi | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Mei 8, 2008 oleh kapasmerah
Oleh: Robby TW
sekian lama masa kita lewati
seiring berlalunya waktu
dalam alunan detak jam dinding
DIarsipkan di bawah: Puisi | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Mei 8, 2008 oleh kapasmerah
Oleh: Robby TW
itu pagi
waktu baru saja beranjak
tak sempat menelan kantuk tadi malam
DIarsipkan di bawah: Puisi | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Mei 3, 2008 oleh kapasmerah
Oleh: Hujan
jam tiga sore tadi
tuhan telah perkosa anaknya di atas kayu salib
DIarsipkan di bawah: Puisi | 1 Komentar »
Ditulis pada Mei 3, 2008 oleh kapasmerah
Sepuluh tahun yang lalu, dia jatuh, tetapi tidak kalah sayang
Sebuah pesta kemenangan, huru-hara di gedung dewan seolah mau mengatakan
Rakyat sudah menang!
DIarsipkan di bawah: Puisi | Tidak ada komentar »